Menteri Basuki Buka-bukaan soal Target Program 1 Juta Rumah

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 13 Desember 2020 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 13 470 2326721 menteri-basuki-buka-bukaan-soal-target-program-1-juta-rumah-Gelej7sIgW.jpg Rumah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Di tengah Pandemi Covid-19, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah layak huni melalui Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Jokowi sejak 29 April 2015.

Hingga awal Desember 2020, realisasi Program Sejuta Rumah telah mencapai 777.708 unit dari target 900.000 unit rumah. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, Program Sejuta Rumah terus dilaksanakan agar setiap warga negara Indonesia dapat memiliki dan tinggal di rumah yang layak huni.

Baca Juga: Ada Covid-19, 777.708 Unit Rumah Murah Terbangun 

Apalagi di masa Pandemi COVID-19 ini rumah menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat agar bisa terhindar dari penularan virus.

"Program Sejuta Rumah akan tetap dilanjutkan karena rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi,” ujar Menteri Basuki seperti dilansir situs resmi Kementerian PUPR, Jakarta, Minggu (13/12/2020).

Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid mengatakan Kementerian PUPR tetap optimis Program Sejuta Rumah diperkirakan dapat mencapai angka 900.000 unit.

Khalawi menjelaskan, perkiraan atau prognosis tersebut merupakan hasil dari perhitungan pembangunan rumah masyarakat yang dibangun sendiri oleh Kementerian PUPR maupun dari mitra kerja, baik pengembang perumahan, perbankan, pemerintah daerah, Kementerian/ Lembaga terkait dan masyarakat.

Khalawi menjelaskan bahwa angka capaian 777.708 unit rumah tersebut berasal dari hasil pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 584.474 unit dan rumah untuk non MBR sebanyak 193.234 unit.

"Pada Program Sejuta Rumah ini komposisi pembangunan rumah untuk MBR adalah 70% dan sisanya sebanyak 30% adalah untuk non MBR," kata Khalawi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini