JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup positif di akhir perdagangan awal pekan ini. IHSG ditutup menguat 74,18 poin atau 1,25% pada level 6.012,51.
Analis Sucor Sekuritas Hendriko Gani menilai IHSG sudah 6 pekan berturut-turut berada dalam zona hijau dan pekan ini bisa menjadi pekan ke 7.
"Kami revisi target IHSG tahun ini dari kisaran 5.950-6.000 tapi sekarang akan direvisi ke 6.000-6.020. Ada sentimen window dressing di akhir tahun yang digunakan fund manager untuk membenahi kinerjanya. Lalu ada tren kenaikan harga komoditas dan secara global ada kabar vaksin yang semakin banyak di seluruh dunia," ujar Hendriko dalam siaran live penutupan perdagangan sesi dua di IDX Channel, Jakarta, Senin (14/12/2020).
Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 1,25% ke 6.012, 3 Saham Ini Gacor
Dia melihat dalam jangka pendek IHSG sudah cukup sehat dan koreksi wajar sudah terjadi beberapa hari lalu. Indeks kini bahkan sudah menembus resistance 6.000. Bila level ini terjaga maka ada harapan IHSG menembus level berikutnya.
"Sentimen cukai rokok dan kenaikan harga batu bara mendorong kinerja saham emiten di sektor tersebut. Batu bara mendapatkan dorongan dari musim dingin dan pembukaan perekonomian di India dan China. Batu bara bahkan memiliki potensi untuk naik ke level berikutnya," jelasnya.
Sebanyak 276 saham melaju di zona hijau dan 189 saham di zona merah. Sedangkan 154 saham lainnya stagnan. Adapun nilai transaksi hingga saat ini mencapai Rp 18,8 triliun dengan volume 27,2 miliar saham.
Top gainers hari ini antara lain Indosat (ISAT) yang naik 24,7% ke posisi Rp 3.330. BRI Syariah (BRIS) naik 21,01% menjadi Rp 2.60, dan saham Bukit Asam (PTBA) juga naik 8,5% ke level Rp 3.050.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.