Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Vaksinasi Covid-19 di AS dan Inggris Jadi Sentimen Positif Bursa Global

Aditya Pratama , Jurnalis-Rabu, 16 Desember 2020 |10:45 WIB
Vaksinasi Covid-19 di AS dan Inggris Jadi Sentimen Positif Bursa Global
saham (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Proses vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan dibeberapa negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Inggris akan mempengaruhi kinerja indeks global. Namun, ada sedikit kekhawatiran meskipun ada proses vaksinasi ternyata kenaikan angka positif Covid-19 juga meningkat.

Head of Research Panin Sekuritas, Nico Laurens mengatakan, perkembangan vaksin bisa menjadi game changer untuk indeks global. Tetapi, investor mengkhawatirkan jika masyarakat akan melupakan social restriction atau pembatasan sosial untuk mengurangi penyebaran Covid-19 setelah adanya vaksin.

 Baca juga: Bursa Saham Dunia Dipengaruhi Vaksin Covid-19

"Sebenarnya kalau kita lihat dari perkembangan vaksin bakal jadi game changer, jadi kalau kita lihat sebenarnya itu vaksinasi sudah jalan ya, cuma ditakutkan sebenarnya ekspektasi orang nanti kalau udah divaksin mereka agak loss tuh dari sisi social restriction yang jadi konsennya investor," ujar Nico dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (16/12/2020).

Dia menambahkan, penambahan kasus baru Covid-19 masih banyak terjadi, seperti di Amerika Serikat dimana dalam tujuh hari belakangan sudah mencapai 218.000 kasus per hari dan jika dibandingkan dengan April dan Juli peningkatan cukup tinggi, dimana April 32.000 kasus per hari dan Juli 70.000 kasus per hari.

 Baca juga: Covid-19 Buat Pasar Saham Deja Vu Krisis 2008

"Kalau di eropa sebenarnya sama, kalau kita lihat buat Inggris trennya positif belakangan ini, cuma kalau kita lihat dispide sisi dari sisi vaksin baru ada di Inggris, cuma negara lain Jerman dan Itali belum, apalagi dengan kasus baru yang masih tinggi itu yang sebenarnya bikin beberapa negara melakukan pembatasan sosial kembali," kata dia.

Nico juga menyebut bahwa beberapa negara eropa juga akan kembali menerapkan pembatasan sosial seperti Jerman mulai hari ini, Italia akan menerapkan parsial lockdown di 24 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021.

Dia melanjutkan, seandainya pembatasan sosial masih dilakukan maka dari sisi momentum perbaikan ekonomi akan sangat lambat dan terlihat juga dari data bahwa momentum perbaikan ekonomi akan ada sedikit melambat trennya.

"Kalau misal di Inggris keliatan bahwa job layoff mengalami peningkatan, di eropa juga sama momentum perbaikannya agak lemah dan itu jadi konsen buat investor di tahun depan," ucapnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement