Liburan ke Pulau Dewata Wajib Tes PCR demi Lindungi Masyarakat Bali

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 17 Desember 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 17 320 2329370 liburan-ke-pulau-dewata-wajib-tes-pcr-demi-lindungi-masyarakat-bali-Zwe8UwbTcc.jpg Covid-19 (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk perjalanan orang saat libur Natal dan Tahun Baru 2021. Tujuannya adalah untuk menekan angka kasus positif covid-19 yang terus bertambah.

Adapun beberapa aturan tersebut misalnya mewajibkan masyarakat melakukan Rapid Tes Antigen H-2 keberangkatan ketika hendak berpergian ke luar kota menggunakan transportasi udara maupun darat. Sementara bagi masyarakat yang hendak ke Bali harus melakukan PCR Test H-2 keberangkatan.

Pemerintah Provinsi Bali pun telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali. Surat tersebut ditandatangani oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada 15 Desember 2020.

 

Baca Juga: Ada Syarat Wajib Uji Swab Sebelum ke Bali, Ini Dampaknya pada Pariwisata 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Ni Luh Made Wiratmi mengatakan, keputusan tersebut semata-mata adalah untuk melindungi masyarakat Bali dari penyebaran Virus Corona (Covid-19). Mengingat, saat ini angka penyebaran virus corona (covid-19) masih terus meningkat setiap harinya.

“Pelaksanaannya terkait surat edaran tersebut (karena) terjadi peningkatan terhadap masyarakat yang positif. Tujuannya adalah untuk melindungi masyarakat yang ada di sini (dari penyebaran virus corona),” ujarnya dalam acara market review IDX Channel, Kamis (17/12/2020).

Baca Juga: Wajib Tes PCR, 133 Ribu Turis Batal Liburan ke Bali 

Menurut Ni Luh, memang keputusan ini tidak bisa menyenangkan semua pihak. Karena pasti akan ada saja masyarakat atau beberapa pihak yang menolak atau memprotes keputusan tersebut.

“Ada yang mungkin yang tidak menerima, dan ada yang mungkin menerima,” ucapnya.

 

Masyarakat hanya diminta untuk bersabar menunggu vaksin covid-19. Apalagi, beberapa waktu lalu pemerintah kedatangan 1,2 juta dosis vaksin produksi perusahaan China Sinovac Biotech.

Pemerintah sendiri akan mulai melakukan vaksinasi direncanakan pada awal tahun 2021. Jika nantinya seluruh masyarakat sudah mendapatkan vaksin, maka ekonomi Bali siap kembali menyambut wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Dan nanti setelah vaksin kepada seluruh masyarakat Indonesia vaksin datang dan akan diberikan kepada masyarakat. Berarti selanjutjya setelah di vaksin lanjut wisnus, wisman sudah siap kembali dan perekonomian Bali membaik,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini