Resmikan Pelabuhan Patimban, Jokowi: Saya Yakin Jadi Kunci Penghubung Kawasan Industri

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 20 Desember 2020 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 20 320 2331032 resmikan-pelabuhan-patimban-jokowi-saya-yakin-jadi-kunci-penghubung-kawasan-industri-m82JwYOFJo.jpg Presiden Jokowi Resmikan Pelabuhan Patimban Fase I. (Foto: Okezone.com/YouTube)

JAKARTA - Pelabuhan Internasional Patimban Fase I diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dirinya meyakini hadirnya pelabuhan ini berdampak besar pada perekonomian Jawa Barat dan Nasional.

Jokowi mengatakan, Pembangunan Pelabuhan Patimban Fase I merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diresmikan di tengah pandemi.

Baca Juga: Pelabuhan Patimban Dioperasikan Hari Ini, 140 Mobil Diekspor ke Brunei Darussalam

"Ini telah kita selesaikan. Alhamdulillah," ujarnya, dalam Soft Launcing dan Pengoperasian Perdana Pelabuhan Internasional Patimban, Minggu (20/12/2020).

Menurutnya, proyek ini memiliki peran yang penting dan strategis baik dalam upaya meningkatakn ekonomi Jawa Barat dan Nasional. Kemudian berfungsi memperkuat keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok priok yang sekarang padat dan timbulkan kemacetan baik di Bekasi-Jakarta maupun Jakarta-Bekasi.

Baca Juga: Pelabuhan Sanur Jadi Penghubung Kawasan Segitiga Emas Bali

"Dengan lokasi yang strategis di antara Bandara Kertajati dan Kawasan Industri di Bekasi, Kerawang dan Purwakarta. Saya yakin keberadaan pelabuhan ini jadi kunci penghubung antar kawasan seperti manufaktur, pariwisata dan sentra pertanian dan menopang kecepatan ekspor," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pelaksanaan pembangunan tahap dua Proyek Strategi Nasional (PSN) itu seiring dengan telah diresmikan pembangunan tahap satu..

Di mana, pada fase pertama, pelabuhan memiliki peti kemas seluas 35 hektar dengan kapasitas 25 ribu TEUs per tahun. Patimban juga menjadi terminal kendaraan seluas 25 ha dengan kapasitas mobil 218.000 CBU. Sementara itu, pada fase dua pemerintah akan menambah pembangunan kurang lebih 66 hektar.

"Pada tahap dua 2021-2024 akan terbangun sebanyak kurang lebih 66 hektar," ujar Budi dalam konferensi pers secara virtual.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini