JAKARTA - Tiga bank syariah anak usaha BUMN digabungkan menjadi satu perusahaan merger yang kini bernama Bank Syariah Indonesia. Sebagai langkah awal, ketiga bank ini telah melakukan penandatangan Conditional Merger Agreement (CMA) Bank BUMN Syariah.
Pasalnya, merger anak usaha BUMN ini akan membawa perbankan Syariah ditingkat global. Apalagi, pangsa pasar di negara Indonesia sangatlah besar karena mayoritas beragama Islam.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebut marger tiga bank syariah milik negara segera dilakukan. Diharapkan merger ini beroperasi mulai 1 Februari 2021.
Baca Juga: 8 Fakta Bank Syariah Indonesia hingga Peringatan Wapres
Menurutnya, dengan penggabungan tiga bank syariah tersebut nantinya total aset yang dimiliki mencapai Rp225 triliun. Aset tersebut diperkirakan akan terus tumbuh yang mana pada 2025 diperkirakan mencapai Rp390 triliun.
Tak hanya itu, bank syariah ini juga akan memiliki kantor cabang sebanyak 1.200 di seluruh Indonesia. Dengan aset tersebut diharapkan marger ini bisa kompetitif baik di dalam negeri maupun global.
“Dengan bergabungnya ketiga Bank Syariah tersebut maka nantinya total aset yang dimiliki besarnya sekitar Rp225 triliun dengan 1.200 kantor cabang di seluruh pelosok tanah air. Diperkirakan pada 2025 asetnya akan mencapai Rp390 triliun sehingga mampu bersaing secara kompetitif di tingkat nasional, regional, maupun global,” ujarnya kepada media, Jumat (23/10/2020).