Wajib Rapid Test Antigen Bikin Turis Pikir 2 Kali Liburan Akhir Tahun

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 13:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 622 2332086 wajib-rapid-test-antigen-bikin-turis-pikir-2-kali-liburan-akhir-tahun-RtllYDXNv5.jpg Rapid Test Antigen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah mengeluarkan aturan sekaligus persyaratan khusus untuk masyarakat yang akan pergi berlibur dengan menggunakan transportasi umum di libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Salah satunya adalah dengan mewajibkan untuk melakukan rapid test antigen H-3 sebelum pemberangkatan dan PCR tes untuk masyarakat yang akan pergi berlibur ke Bali.

Presiden Direktur Aviatory Indonesia Ziva Narendra Arifin mengatakan, adanya penerapan aturan tersebut akan memiliki dampak besar pada musim liburan. Karena dengan persyaratan tersebut akan menurunkan minat masyarakat untuk pergi berlibur.

"Kalau kita mau lihat dampaknya terhadap musim liburan memang dampaknya karena akan menurunkan minat para wisatawan yang ingin berpergian karena ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelumnya," ujarnya dalam acara market review IDX Channel, Selasa (22/12/2020).

Baca Juga: Aturan Rapid Test Antigen di Transportasi Selama Libur Nataru, Ini Rinciannya 

Karena, dari semula persyaratan hanya menggunakan rapid test antibodi, kini berubah kembali menjadi rapid test antigen. Bahkan untuk penerbangan ke Bali diwajibkan untuk melakukan PCR test dengan masa berlaku H-14 sebelum keberangkatan.

"Termasuk rapid antibodi dan antigen di beberapa daerah dan PCR khususnya untuk berpergian ke pulau Bali," ucap Ziva.

 

Belum lagi lanjut Ziva, wisatawan atau tamu dan turis asing dari luar negeri yang akan masuk ke Indonesia juga masih diberikan persyaratan yang cukup ketat. Di mana para turis yang ingin masuk ke Indonesia harus melakukan PCR test.

"Dan tidak bisa kita lupakan juga wisatawan atau tamu yang berdatangan dari luar negeri ke Indonesia masih menggunakan persyaratan yang cukup ketat termasuk PCR di antaranya," ucapnya.

Namun di sisi lain lanjut Ziva, sebagai langkah untuk menekan penyebaran virus corona (covid-19) sangat penting untuk memperketat persyaratan. Meskipun dampaknya akan ada penurunan pada sektor pariwisata yang seharusnya bisa kembali naik di musim libur Natal dan tahun baru ini.

"Namun di sini saya lihat kita harus kembali lagi ke prioritasnya yang paling utama. Kita mau mengutamakan untuk menurunkan kurva penyebaran virus ini, atau ingin menggerakan kembali roda ekonomi khususnya di musim liburan di aspek atau di sektor pariwisata," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini