Aturan Rapid Test Antigen di Transportasi Selama Libur Nataru, Ini Rinciannya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 19:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 320 2331687 aturan-rapid-test-antigen-di-transportasi-selama-libur-nataru-ini-rinciannya-S68W75yTJq.jpg Penumpang Wajib Tunjukan Surat Rapid Antigen. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan menerbitkan Surat Edaran (SE) Tentang Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) Perjalanan Orang dengan Transportasi Selama Masa Libur Natal dan Tahun Baru Dalam Masa Pandemi Covid-19 atau selanjutnya disebut SE Kementerian Perhubungan.

SE tersebut merujuk pada Surat Edaran yang diterbitkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 No. 3 Tahun 2020 Tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Nataru dalam Masa Pandemi Covid-19 (SE Satgas Covid 19) yang ditetapkan pada 19 Desember 2020 dan diterbitkan diumumkan pada 20 Desember 2020.

Baca Juga: Akhirnya Kemenhub Terbitkan Aturan Naik Kereta Wajib Rapid Test Antigen

Adapun masa berlaku SE Kementerian Perhubungan tersebut untuk transportasi Laut, Udara dan Perkeretaapian berlaku mulai 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021. Sedangkan untuk transportasi Darat berlaku mulai 19 Desember hingga 8 Januari 2021.

Adapun hal-hal penting yang dalam SE Kementerian Perhubungan antara lain adalah setiap individu yang melaksanakan perjalanan orang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan 3 M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, dan mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan handsanitizer. Hal ini dilakukan dari mulai dari keberangkatan, selama perjalanan, sampai dengan kedatangan.

Sementara untuk perjalanan ke Bali, pelaku perjalanan yang menggunakan transportasi udara wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan tes RT-PCR paling lama 7 hari sebelum keberangkatan. Sedangkan yang menggunakan transportasi darat atau laut, pribadi maupun umum, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama hari sebelum keberangkatan.

Baca Juga: Penumpang Pesawat Cs Wajib Rapid Test Antigen, Ini Penjelasan Kemenhub

Untuk perjalanan dari dan ke pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa baik antar Provinsi/Kab/Kota, pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi udara dan kereta api antar kota wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif menggunakan rapid test antigen paling lama 3 hari sebelum keberangkatan sebagai syarat perjalanan. Untuk pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat baik pribadi maupun umum, dihimbau menggunakan rapid test antigen paling lama 3 hari sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

Nantinya, pengisian e-Hac Indonesia bersifat wajib bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi umum maupun pribadi, terkecuali bagi moda transportasi kereta api. Sementara itu, bagi anak-anak di bawah usia 12 tahun, tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.

Selain itu, dalam keadaan tertentu terkait ketentuan Satuan Tugas Daerah dapat melakukan tes acak (random test) rapid test antigen maupun RT-PCR jika diperlukanx

“Ada (pengetesan rapid anti gen) tapi sifatnya random sampling yang akan dilaksanakan di terminal di rest area oleh Polri di penyebrangan juga akan kita laksanakan dengan skema random sampling,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi kepada Okezone, Senin (21/12/2020).

Sedangkan untuk perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan moda transportasi laut yang bertujuan melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau atau antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan (Jabodetabek) tidak diwajibkan untuk menunjukkan surat hasil rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.

Selain perjalanan ke Pulau Bali, dari dan ke Pulau Jawa serta di dalam Pulau Jawa, rapid test antibodi masih boleh digunakan dan berlaku selama 14 hari.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini