Jelang Libur Natal, IHSG Sepekan Melorot 1,57%

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 24 Desember 2020 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 24 278 2333192 jelang-libur-natal-ihsg-sepekan-melorot-1-57-cm0nBCRoil.jpg IHSG (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Menjelang libur Natal, pasar modal Indonesia mencatatkan pergerakan data perdagangan yang cenderung fluktuatif. Di periode perdagangan singkat 21-23 Desember, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi dan harus keluar dari level 6.100.

"IHSG selama sepekan mengalami perubahan sebesar 1,57% dan berada pada level 6.008,70 dari posisi 6.104,32 pada penutupan pekan sebelumnya," ujar Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Yulianto Aji Sadono dalam keterangan tertulis, Kamis (24/12/2020).

Menurut data BEI, rata-rata volume transaksi juga mengalami koreksi sebesar 14,68%menjadi 26,742 miliar saham dari 31,344 miliar saham pada pekan yang lalu. Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan turut mengalami penurunan sebesar 4,85% atau menjadi Rp19,762 triliun dari Rp20,769 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

Baca Juga: IHSG Anjlok Jelang Libur Natal, Yusuf Mansur: Pastikan Itu Duit Halal 

Kemudian, data kapitalisasi pasar ditutup terkoreksi atau mengalami penurunan sebesar 1,35% menjadi Rp7.006,354 triliun dari Rp7.101,974 triliun pada pekan yang lalu.

"Peningkatan pada pekan ini hanya terjadi pada rata-rata frekuensi harian yang mengalami peningkatan sebesar 3,84% menjadi 1.534,947 kali transaksi dibandingkan pada pekan sebelumnya yang berjumlah 1.478,220 kali transaksi," kata dia.

Sementara itu, investor asing pada hari perdagangan terakhir, Rabu (23/12/2020) mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp390,66 miliar, dengan aksi jual bersih terjadi pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp171,7 miliar dan membuat saham BBRI naik Rp30 atau 0,73% ke Rp4.160. Sedangkan sepanjang tahun 2020 investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp47,74 triliun.

Selain itu, pada sepekan perdagangan tercatat penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (Obligasi) dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 (Sukuk) yang diterbitkan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk mulai dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Obligasi dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp1,5 triliun dan untuk Sukuk dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp500 miliar.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) memberikan peringkat idA (Single A) untuk Obligasi, sementara Sukuk mendapat peringkat idA(sy) (Single A Syariah). PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Dengan pencatatan tersebut pada pekan ini, maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 469 Emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp431,57 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 128 Emiten. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 138 seri dengan nilai nominal Rp3.861,26 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp7,13 triliun.

"Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 103 Emisi dari 59 Emiten senilai Rp86,96 triliun," jelas Yulianto.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini