Sri Mulyani Berburu Pajak hingga Akhir Tahun, Cek 5 Faktanya

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 27 Desember 2020 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 26 320 2334171 sri-mulyani-berburu-pajak-hingga-akhir-tahun-cek-5-faktanya-1AUVmQPPh8.jpg Pajak (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan masih terus mengejar penerimaan pajak di sisa akhir tahun ini. Mengingat capaian realisasi pajak masih cukup jauh dari target yang ditetapkan.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp925,3 triliun atau 77,19% dari target dalam APBN 2020. Hingga kini penerimaan pajak masih kurang Rp273,5 triliun dari target sebesar Rp1.198,8 triliun.

Ada sejumlha fakta menarik dari kejar setorannya Sri Mulyani Indrawati untuk mengumpulkan penerimaan dari sisi pajak di tahun ini. Berikut fakta yang sudah dirangkum oleh Okezone, Minggu (27/12/2020).

Baca Juga: Setoran Kurang, Sri Mulyani Berburu Pajak Rp179 Triliun dalam Seminggu

1. Kontribusi Terbesar Penerimaan Pajak

Secara nominal, realisasi penerimaan pajak ditopang oleh Pajak Penghasilan (PPh) Non Migas dan Pajak Pertambahan Nilai/Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPN/PPnBM). Lebih detail, kinerja PPh OP dan PPh Badan membaik pada bulan November.

Kinerja PPN DN membaik seiring dengan selesainya periode pengetatan PSBB pada pertengahan Oktober, sedangkan PPN Impor yang menunjukkan perbaikan memberi sinyal membaiknya pasokan impor dan aktivitas produksi.

2. Penerimaan Masih Terus Diakselerasi

Penerimaan masih akan terus berakselerasi sejalan dengan pemulihan aktivitas ekonomi dan peningkatan pemanfaatan insentif pajak serta restitusi.

Sementara itu pemulihan sektoral masih berlanjut meskipun terbatas, terlihat dari membaiknya kinerja beberapa sektor utama, seperti sektor Perdagangan, sektor Pertambangan, sektor Jasa Keuangan dan sektor Jasa Usaha

 

3. Setoran Kurang, Sri Mulyani Berburu Pajak Rp179 Triliun dalam Seminggu

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan pajak hingga tanggal 23 Desember 2020 sebesar Rp1.019,56 triliun. Angka ini mencapai 85,65% dari target Perpres 72/2020 sebesar Rp1.198,82 triliun.

Artinya, penerimaan pajak masih kurang sekira Rp179,26 triliun hingga akhir tahun yang akan berakhir seminggu lagi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, 49 KPP yang telah mencapai target penerimaan dan diproyeksikan akan ada 6 Kanwil DJP yang akan mencapai target penerimaannya pada tanggal 31 Desember 2020.

A"Saya sangat menghargai 49 KPP yang sudah mencapai target dan ada 6 kanwil yang akan mencapai target. Yang belum mari kita terus upayakan," ujar Sri Mulyani

4. Tingkat Kepatuhan Capai 76,86%

Dari sisi tingkat kepatuhan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan telah mencapai 76,86% . Dari total itu, katanya, ada 55 KPP yang berhasil mendapat pelaporan SPT di atas 100%.

Dari sisi belanja negara atau penyerapan anggaran yang dilakukan di berbagai KPPN Ditjen Perbendaharaan, dikatakan Sri Mulyani sudah mencapai 90,1% dari target Rp2.739,17 triliun.

5. Cara Sri Mulyani Berburu Pajak

DJP melakukan beberapa inovasi seperti pelayanan digital 3C yaitu click, call, and counter. Sampai dengan akhir tahun ini, telah ada 46 layanan digital yang terotomatisasi dan 4 layanan back office.

DJP juga masih harus melakukan banyak persiapan menyelesaikan peraturan atau legislasi sebagai turunan dari Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020 dan Undang-Undang Bea Materai, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020.

Untuk mendukung hal tersebut, DJP melakukan transformasi struktural termasuk dari pembentukan KPP Madya yang saat ini ditambah menjadi 18 untuk bisa melayani dan memberikan pengawasan lebih baik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini