Indeks Dolar Menguat usai Anggaran Bantuan Covid-19 Diteken

Selasa 29 Desember 2020 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 29 320 2335417 indeks-dolar-menguat-usai-anggaran-bantuan-covid-19-diteken-3tFIPP4T7r.jpg Dolar AS (Foto: Ilustrasi Reuters)

JAKARTA – Indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Di sisi lain Euro menguat terhadap yen karena sentimen risiko membaik setelah kesepakatan perdagangan Inggris dengan Uni Eropa dan keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menyetujui paket stimulus fiskal baru.

Inggris meraih kesepakatan perdagangan Brexit yang sempit dengan Uni Eropa, hanya tujuh hari sebelum keluar dari salah satu blok perdagangan terbesar di dunia dalam pergeseran global paling signifikan sejak kehilangan kerajaannya.

Baca Juga: Dolar AS Jatuh saat Kesepakatan Perdagangan Brexit Kian Dekat 

"Apa yang kami lihat adalah kelanjutan dari penetapan harga dari risiko keras Brexit," kata Kepala Riset Valas di Commerzbank Ulrich Leuchtmann dilansir dari Antara, Selasa (29/12/2020).

Sentimen risiko juga membaik setelah Trump menandatangani undang-undang bantuan pandemi dan paket pengeluaran senilai USD2,3 triliun, memulihkan tunjangan pengangguran bagi jutaan orang Amerika dan mencegah penutupan pemerintah federal.

 

Euro menguat 0,43% menjadi 126,77 yen. Mata uang tunggal mencapai tertinggi tujuh bulan di 1,0892 terhadap franc Swiss, sebelum jatuh kembali ke 1,0858, atau hanya naik 0,04% pada hari itu.

Mata uang tunggal turun 0,09% terhadap dolar AS pada USD1,2209. Euro menguat 1,00% sterling menjadi 0,9077. Sterling telah berkinerja buruk sejak kesepakatan Brexit dicapai, dengan para pedagang mengatakan berita itu kemungkinan besar telah diperkirakan.

Pound Inggris turun 0,66% terhadap dolar AS menjadi USD1,3447, dan bertahan di bawah level tertinggi dua setengah tahun di USD1,3625 yang dicapai pada 17 Desember.

Dolar naik 0,14% terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya menjadi 90,32.

Investor bertaruh dolar akan terus menurun lebih dari 6,0% tahun ini di tengah ekspektasi Federal Reserve akan menahan suku bunga mendekati nol dan ekonomi AS akan berjuang untuk pulih dari penutupan terkait virus corona.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini