Harga Kedelai Impor Naik 50%, Pengrajin Tahu Tempe Kewalahan

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 17:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 31 320 2336992 harga-kedelai-impor-naik-50-pengrajin-tahu-tempe-kewalahan-CXHuGPujMT.jpg Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Koperasi Tempe dan Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin mengatakan, harga kedelai impor sudah naik hampir 50% dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini membuat para pengrajin tahu dan tempe kewalahan sehingga meminta mogok produksi.

 "Waktu kedelai impor naik 10-20%, mereka masih bisa bertahan. Tetapi karena terlalu tinggi akhirnya tidak bisa tahan," ujarnya ketika dihubungi, Kamis (31/12/2020).

 Seperti diketahui, para pengrajin tempe dan tahu yang tergabung dalam Gakoptindo akan melakukan mogok produksi pada 1-3 Januari 2021. Aksi ini dilakukan untuk menyikapi harga kedelai yang terus naik dan berdampak kepada harga jual produksi tempe dan tahu.

Menurutnya, awalnya tidak ada keinginan mogok produksi tetapi karena menaikkan harga kedelai susah di pasaran sehingga mereka melakukan mogok produksi.

"Kenapa begitu? Karena memang pengrajin tempe dan tahu itu jualannya sebagai pabrikan kecil kepada pedagang di pasar. Mereka ini sudah berhubungan puluhan tahun. Jadi begitu dinaikkan harganya sedikit, pedagang pasarnya tidak mau. Ada juga yang mau dan mengerti," ungkapnya.

Dia menambahkan, aksi mogok ini produksi tempe dan tahu ini tidak di seluruh Indonesia sehingga produksi tempe dan tahu masih tetap ada.

"Mogok produksi ini tidak di seluruh Indonesia, hanya di beberapa wilayah. Misalnya kemarin di Jawa Timur sebagian besar masih tetap jalan produksinya," tuturnya.

Baca Juga: Lonjakan Harga Kedelai, Istri Perajin Tempe di Johar Baru Mengamuk

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini