Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Impor Produk Pertanian AS Rp75 Triliun, Pemerintah Sebut Tak Pakai APBN

Anggie Ariesta , Jurnalis-Minggu, 01 Maret 2026 |13:19 WIB
RI Impor Produk Pertanian AS Rp75 Triliun, Pemerintah Sebut Tak Pakai APBN
RI Impor Produk Pertanian AS Rp75 Triliun, Pemerintah Sebut Tak Pakai APBN (Foto: Kementan)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan, fasilitasi impor produk pertanian senilai USD4,5 miliar atau setara Rp75 triliun dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat adalah murni merupakan kerja sama bisnis-ke-bisnis (B2B) dan tidak menggunakan dana APBN.

Kerja Sama Bisnis, Tak Pakai APBN

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan, pemerintah hanya bertindak sebagai regulator untuk memastikan standar mutu, sementara transaksi sepenuhnya dijalankan oleh sektor swasta berdasarkan pertimbangan komersial.

“Pemerintah menegaskan bahwa komitmen fasilitasi impor produk pertanian senilai USD4,5 miliar dalam kerangka Agreement on Reciprocal Trade (ART) Indonesia–AS merupakan dukungan kebijakan untuk memperlancar kerja sama bisnis-ke-bisnis (B2B) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat, bukan pembelian yang dibiayai oleh APBN,” ujar Haryo di Jakarta, Minggu (1/3/2025).

Jaga Akses Pasar AS

Langkah fasilitasi ini dinilai sebagai strategi rasional untuk menjaga akses pasar Amerika Serikat, yang merupakan tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia.

Pada tahun 2025, ekspor Indonesia ke AS mencapai USD31,0 miliar atau menyumbang sekitar 11 persen dari total ekspor global nasional.

Haryo menyebutkan bahwa pendekatan perdagangan yang seimbang diperlukan untuk melindungi daya saing produk Indonesia di pasar Amerika.

“Menjaga akses pasar Amerika Serikat melalui pendekatan perdagangan yang seimbang merupakan langkah rasional untuk melindungi daya saing produk nasional,” ungkap Haryo.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement