Berdasarkan data tahun 2025, porsi impor produk pertanian dari Amerika Serikat tercatat sebesar USD1,21 miliar, atau hanya 9,2 persen dari total impor komoditas serupa yang mencapai USD13,2 miliar secara keseluruhan.
Sebagai contoh, impor sereal dari AS hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total kebutuhan nasional, sementara untuk kedelai (soybeans) angkanya jauh lebih kecil.
Haryo menekankan bahwa impor ini penting untuk menjaga stabilitas bahan baku industri makanan olahan berorientasi ekspor di dalam negeri.
Komitmen ART ini telah diperkuat melalui Nota Kesepahaman (MoU) antar perusahaan dalam dua tahap, yakni pada Juli 2025 dan Februari 2026, dengan dukungan penuh dari Kadin dan Apindo
Pengawasan Keamanan Pangan
Haryo memastikan bahwa pemerintah akan tetap mengawasi standar keamanan pangan dan siap mengambil langkah tegas jika terjadi gangguan pada pasar domestik.
“Fasilitasi ini merupakan bagian dari strategi memperkuat akses pasar sekaligus mendukung rantai nilai industri nasional, dengan tetap berorientasi pada kepentingan ekonomi dan kedaulatan nasional,” pungkas Haryo.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.