Muhammadiyah Tarik Dana Bank Syariah Indonesia, Ini Kata Komisi XI

Hafid Fuad, Jurnalis · Sabtu 02 Januari 2021 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 320 2337803 muhammadiyah-tarik-dana-bank-syariah-indonesia-ini-kata-komisi-xi-mA8sgsTgU6.png Komisi XI Kritisi Rencana PP Muhammadiyah Tarik Dana dari Bank Syariah Hasil Merger. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA- Anggota Komisi XI DPR RI Muhidin M Said turut mengkritisi wacana PP Muhammadiyah yang akan melakukan penarikan dana dari Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai hasil merger tiga bank BUMN syariah.

Menurut dia, saat ini bangsa Indonesia sudah menghadapi permasalahan yang serius akibat pandemi Covid-19. Sehingga semua pihak harus bersatu saat ini mendukung strategi yang dilakukan Pemerintah.

Baca Juga: Mau Bikin Bank Syariah, Muhammadiyah Tunggu RUPS BSI

Tujuannya agar Indonesia bisa lebih duluan pulih dan membangun perekonomian dibandingkan negara lainnya.

"Yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana kita memberi kontribusi pemikiran yang dihadapi bangsa yaitu pandemi Covid-19. Kebijakan PEN harus didukung sepenuhnya agar kita bisa keluar lebih awal dari masalah ini. Tentunya dengan semangat persatuan dan memperkokoh NKRI," ujar Muhidin hari ini di Jakarta, Sabtu (2/1/2021).

Baca Juga: Ingin Buat Bank Syariah, Muhammadiyah Harus Akuisisi Perbankan Cilik

Dia menekankan, strategi merger Bank Syariah yang direncanakan Pemerintah melalui penggabungan semua Bank Syariah menjadi satu ditujukan agar lebih kredibel serta mengakumulasi modal yang cukup untuk bisa go Internasional.

"Menurut pandangan saya rencana itu jauh lebih baik dan kami beri apresiasi," ujarnya.

Lebih lanjut, dia juga meragukan bila PP Muhammadiyah merencanakan akan menarik dananya dari bank syariah hasil merger. Karena hal tersebut tentu tidak akan mudah bila ingin langsung menarik dana sekaligus.

"Saya kira tidak semudah itu. Dalam hal izinnya harus kita tanyakan dulu sama OJK," terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini