JAKARTA - Pemerintah menggelontorkan anggaran tambahan kepada PT Adhi Karya Tbk (ADHI) untuk mendanai proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Per 30 Desember 2020 perseroan plat merah itu menerima dana sebesar Rp1,1 triliun termasuk pajak.
Corporate Secretary Adhi Karya Parwanto Noegroho mengatakan, emiten telah menerima pembayaran ketujuh proyek Light Rapid Transit (LRT) pada 30 Desember 2020 senilai Rp1,1 triliun termasuk pajak. Pembayaran itu diterima dari pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.
Baca juga: Adhi Karya Buka-bukaan Nasib IPO 2 Anak Usahanya
“Pembayaran ini dilakukan berdasarkan progres pekerjaan dari Januari 2020 sampai dengan Juni 2020,” ujar Parwanto dalam keterangan resmi dikutip Selasa (5/1/2021).
Dengan demikian, secara keseluruhan Adhi Karya telah menerima pembayaran atas pembangunan prasarana LRT Jabodetabek senilai Rp13,3 triliun,
Baca juga: Harga Saham Dipelototi BEI, Ini Penjelasan Adhi Karya
Adapun, pengerjaan pembangunan LRT Jabodetabek tahap I mencapai 80,7 persen hingga 11 Desember 2020. Pengerjaan itu meliputi empat lintas layanan I Cawang-Cibubur yang telah mencapai 92,6 persen, lintas layanan Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sebesar 77,7 persen. Selanjutnya, lintas pelayanan 3 Cawang-Bekasi Timur sebesar 88,9 persen, dan depo di Bekasi Timur 88,9 persen.