Ini Proyeksi Saham Kimia Farma hingga Indofarma Tengah Proses Vaksinasi Covid-19

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 278 2339719 ini-proyeksi-saham-kimia-farma-hingga-indofarma-tengah-proses-vaksinasi-covid-19-spj0QZTIQX.jpg IHSG (Foto: Okezone.com)

JAKARTA  - Proses vaksinasi Covid-19 akan mempengaruhi kinerja saham sektor farmasi. Diketahui, ada beberapa emiten farmasi yang valuasinya telah meningkat efek dari sentimen vaksin, yaitu PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF).

Head of Research NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar mengatakan, saham KAEF dan INAF merupakan emiten BUMN yang berkaitan langsung dengan proses vaksinasi ini yaitu di perusahaan farmasi.

Menurutnya, KAEF dan INAF pergerakannya masih sempat menguat sampai pagi ini kalau melihat emiten ini kita sudah agak jauh meninggalkan fundamental yang dan secara valuasi pun tentu sudah tidak bisa dikatakan murah.

"Jadi, mungkin sifatnya lebih ke spekulatif buy untuk kedua emiten ini KAEF dan INAF dan mungkin KAEF masih bisa di range 5.000-5.500, dan INAF di 4.750-5.250," ujar Angga dalam acara Market Opening IDX Channel, Rabu (6/1/2021).

Baca Juga: Vaksinasi Covid-19 Bayangi Gerak IHSG

Angga menambahkan, pihaknya cukup menyarankan dengan akumulasi harga yang tinggi di dua saham tersebut untuk melakukan aksi profit taking.

"Untuk profit taking terutama yang sudah punya dari harga bawah, dengan yang sudah terbatas kenaikannya jadi kita agree untuk all profit taking," kata dia.

Sementara itu, terkait saham emiten farmasi lainnya, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), Angga menyebut Kalbe Farma secara fundamental lebih kuat dan salah satu saham blue chips di bursa saham Indonesia. Meskipun tidak berkaitan langsung dengan program vaksinasi pemerintah, harganya cenderung belakangan ini stabil dan untuk jangka panjang cukup optimis dan memiliki target harga secara fundamental di level 1.800.

"Dan ini memang mereka sebenarnya mengembangkan vaksin bekerja sama dengan Genexin dari Korea Selatan tapi itu tapi memang masih tahap uji klinis dan KLBF perusahaan yang mempunyai posisi fundamental sangat kuat dengan posisi kas yang sangat tinggi jadi kita lihat masih menjadi pilihan untuk jangka panjang," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini