Harga Cabai dan Daging Sapi Naik Terus, Kok Bisa?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 17:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 320 2340628 harga-cabai-dan-daging-sapi-naik-terus-kok-bisa-8vk8XdSASM.jpg Cabai (Foto: Okezone)

JAKARTA - Belum selesai persoalan harga tempe dan tahu karena tingginya harga kedelai. Saat ini pedagang pasar dihadapkan pada dua komoditas yang harganya terus melonjak, yaitu cabai dan daging sapi.

Menurut Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan kenaikan itu harus diwaspadai oleh pemerintah karena kini harga cabai sudah tembus Rp100 ribu dan daging sapi mencapai Rp126 ribu per kilogramnya.

Baca Juga: Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu/Kg, Stok di Pasar Langka

"Kita ketahui tempe dan tahu sempat hilang peredarannya di pasar tradisional karna isu naiknya harga kedelai internasional, walaupun Kemendag menyatakan bahwa stok aman, tapi fakta yang ada di lapangan harga masih tinggi dan pedagang tetap mendapatkan harga penyesuaian yang baru," kata Reynaldi kepada Okezone, Kamis (7/1/2021).

Baca Juga: Harga Cabai Mahal, Inflasi Desember 2020 0,45%

Dia menjelaskan, kenaikan harga cabai sejak sebulan yang lalu, kini harganya sulit untuk kembali ke masa normal lagi.

"Kenaikan ini kami nilai tidak wajar karna daya beli masyarakat belum kembali pulih pasca Natal dan tahun baru. Daya beli masyarakat belum aman seperti Natal dan tahun baru pada tahun tahun sebelumnya karena Pandemi Covid-19 yang belum usai," ujarnya.

 

Dia meminta kepada pemerintah melalukan subsidi silang dari daerah daerah penghasil untuk memenuhi kebutuhan daerah daerah yang membutuhkan konsumsi besar seperti Jabodetabek.

"Hanya itu solusi sementara ini, sembari kita menyiapkan tata niaga kelola pangan di 2021," kata dia.

Sementara itu, terkait persoalan kenaikan harga daging sapi, dirinya mengimbau pemerintah agar melakukan penelusuran terhadap importir sapi atau Rumah Potong Hewan (RPH) sapi agar stok di pasar tidak berkurang dan harga kembali turun. Sebab kalau dibiarkan begitu saja maka potensi kenaikannya akan jauh lebih tinggi.

"Jika pangan aman dan harga tidak tinggi pedagang tidak akan merugi tapi jika modal yang kami keluarkan sudah tinggi maka kami akan kesulitan untuk menjualnya," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini