Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lo Kheng Hong Dikabarkan Borong Saham GJTL, Begini Prospek Emitennya

Fakhri Rezy , Jurnalis-Rabu, 13 Januari 2021 |14:28 WIB
Lo Kheng Hong Dikabarkan Borong Saham GJTL, Begini Prospek Emitennya
saham (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) dikabarkan dibeli oleh investor Lo Kheng Hong. Harga saham emiten ini langsung melesat 25% pada sesi akhir perdagangan Jum’at 8 Januari 2021.

Sementara itu pada penutupan perdagangan Senin 11 Januari 2021, harga saham GJTL kembali naik 13,94%. Alasan Lo memborong saham perusahaan ban terbesar di Asia Tenggara ini adalah karena nilainya yang tergolong murah.

 Baca juga: Kisah Lo Kheng Hong, Lihai Pilih Saham hingga Cetak Untung

Lantas apakah untuk saat ini saham GJTL cukup menguntungkan untuk dibeli, mengingat harganya sudah naik kencang? Mengutip riset Lifepal, berikut ulasan seputar performa sekaligus fundamental dari GJTL.

1. Harga GJTL saat ini sama seperti harga saat pekan kedua April 2010

Tepat pada 11 Januari 2021, harga saham GJTL ditutup naik 13,94% di harga Rp 940 per lembar. Secara historis, harga saat ini tidak jauh berbeda dengan harga GJTL di pekan kedua April 2010.

 Baca juga: Investasi Saham Ala Warren Buffett Indonesia, Cari Emiten dengan Kesederhanaan

Bicara soal performa, kinerja saham GJTL di 2010 terlihat jauh lebih tinggi dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Indeks Aneka Industri Bursa Efek Indonesia. Namun memasuki Juli 2015, kinerja GJTL mulai melemah.

Hanya pada pekan kedua Juli 2016 hingga pekan pertama April 2017 lah performa GJTL kembali meningkat dan mengungguli IHSG sebelum akhirnya kembali melemah.

2. Utang GJTL melebihi ekuitas

Melihat pada kesehatan keuangan GJTL, perusahaan ini memiliki utang yang melebihi ekuitasnya. Berdasarkan informasi di laporan keuangan kuartal III 2020, berikut adalah perhitungan dari nilai beberapa rasio yang mencerminkan likuiditas GJTL.

- Rasio utang berbanding ekuitas (debt to equity ratio) = 194,10%

- Current Ratio 157,75%

- Debt ratio 66%

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement