JAKARTA - SoftBank Group Jepang menjual saham Uber senilai USD2 miliar atau setara Rp28,2 Triliun (kurs Rp14.100). Menurut sebuah dokumen yang dirilis Senin (11/1/2021), perusahaan mendapat keuntungan dari lonjakan nilai saham raksasa transportasi Amerika tersebut.
Menurut pengajuan saham AS di situs web Uber, Vision Fund, afiliasi SoftBank menjual 38 juta saham seharga USD53,46 per saham. Meski demikian, SoftBank masih tetap menjadi pemegang saham utama Uber dengan 10% saham senilai sekitar USD10 miliar.
Baca Juga: Startup Ini Dapat Kucuran Dana Segar Rp1,4 Triliun dari SoftBank
Keputusannya untuk membeli saham Uber dalam jumlah besar tampaknya menjadi bumerang ketika harganya jatuh menyusul penawaran umum perdana (IPO) tahun 2019 yang mengecewakan, sebelum terpukul lagi oleh dampak lockdown virus corona yang menghancurkan permintaan akan jasa transportasi.
Baca Juga: Akhirnya, SoftBank Untung Rp177 Triliun di Kuartal II-2020
Pada akhir Maret, harga saham Uber turun di bawah USD15, dari USD42 pada hari pertama perdagangannya pada Mei 2019. Demikian dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (13/1/2021).
Tetapi prospek kemudian membaik untuk platform itu karena ledakan permintaan pengiriman makanan sementara orang masih terjebak di rumah, dan harga saham perusahaan Amerika itu telah melonjak.
Saham SoftBank Group naik 0,8% menjadi 8.050 yen dalam perdagangan Selasa pagi di Tokyo.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.