Bio Farma Beberkan Alasan Pfizer Minta Klausul Bebas Hukum jika Vaksin Bermasalah

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 14 Januari 2021 20:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 14 320 2344638 bio-farma-beberkan-alasan-pfizer-minta-klausul-bebas-hukum-jika-vaksin-bermasalah-56NvOA0r08.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)

Pemerintah Indonesia tengah melakukan kerja sama dengan Pfizer. Kerja sama itu ihwal produksi dan pengembangan vaksin Pfizer bagi Indonesia. "Secara paralel pembicaraan berkesinambungan saat ini juga sedang dilakukan dengan pfizer yang berasal dari AS dan jerman," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.

Indonesia juga telah menandatangani komitmen supply dari Novavax dengan menggunakan platform protein subunit rekombinan yang berasal dari AS sebesar 50 juta dosis. Kemudian dengan astraZeneca platform viral vector dari Inggris 50 juta dosis vaksin.

Untuk Novavax, pemerintah Indonesia, melalui Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero), telah mengamankan lebih banyak dan ragam pasokan vaksin Covid-19 dengan melakukan penandatanganan kesepakatan.

Bio Farma juga akan mendatangkan vaksin tambahan dari Sinovac dan memperkuat kesiapan produksi vaksin dengan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik dari Badan POM.

Selain itu, anggota Holding BUMN Farmasi PT Indofarma (Persero) Tbk juga menandatangani perjanjian penambahan pemesanan vaksin Novavax dari 30 juta menjadi 50 juta dosis. Sementara, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, menandatangani perjanjian pembelian vaksin AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis.

Perjanjian masing-masing telah ditandatangani di kesempatan terpisah oleh perwakilan Novavax, dan AstraZeneca. Selain itu, fasilitas produksi vaksin COVID-19 di Bio Farma mendapat sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Good Manufacturing Practice (GMP) dari Badan POM, yang diserahkan Kepala Badan POM Penny K. Lukito kepada Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini