Literasi Keuangan RI Kalah dari China, Ini Buktinya

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 622 2344988 literasi-keuangan-ri-kalah-dari-china-ini-buktinya-YT9twnBRlO.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Inklusi keuangan dan literasi keuangan di Indonesia masih terbilang rendah. Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Kuseryansyah menuturkan, pihaknya akan mengoptimalkan keberadaan fintech pendanaan untuk mendukung program pemerintah meningkatkan inklusi keuangan yang masih 76% sepanjang 2019.

Baca Juga:  Guna Percepat Inklusi Keuangan Indonesia, Perpres No. 114 Tahun 2020 Diterbitkan

"Angka ini jauh dari China 97% dan India 97%. Literasi keuangan Indonesia malah jauh lebih rendah hanya 38%," kata Kuseryansyah di Jakarta, Jumat (15/1/2021).

Maka dari itu, lanjut dia, AFPI terpanggil untuk mendukung upaya pemerintah meningkatkan inklusi dan literasi keuangan nasional dengan mendorong penggunaan fintech di Indonesia.

Baca Juga: Presiden Tunjuk Airlangga Hartarto jadi Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif

Dimana posisi Indonesia masih rendah dibandingkan negara lain yakni masih 34%, adapun China sudah 87%, India 87%, Rusia 82% dan Afrika Selatan 82%.

Menurut dia peran nyata AFPI untuk UMKM terlihat dari pembiayaan ke sektor ini mendominasi.

Dalam penelitian DailySocial Research bertajuk Evolving Landscape of Fintech Lending in Indonesia per November 2020 mencatatkan bahwa peminjam fintech pendanaan didominasi oleh pelaku UMKM online dan offline.

"UMKM membutuhkan pembiayaan, dimana 46,6 Juta UMKM belum memiliki akses kepada kredit," sebut dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini