Inklusif Keuangan Ditargetkan Naik Jadi 90% pada 2024

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 14:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 320 2423050 inklusif-keuangan-ditargetkan-naik-jadi-90-pada-2024-1eLc8EO5bI.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Indeks Inklusif Keuangan Indonesia ditargetkan mencapai 90% pada 2024. Dalam beberapa bulan belakangan menunjukkan kondisi inklusif keuangan Indonesia mengalami peningkatan signifikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan, berdasarkan survei yang dilakukan di tahun 2020, inklusif keuangan dengan indikator kepemilikan account tumbuh signifikan menjadi 61,7%. Sementara itu, dari indikator penggunaan account inklusif keuangan Indonesia mengalami tren yang terus meningkat dari 59,74% di tahun 2013 menjadi 81,4% di tahun 2020.

Baca Juga:  Masyarakat RI Belum Terhubung Sistem Keuangan, Target Inklusi 90% Tercapai?

"Secara spesifik bapak Presiden Joko Widodo juga menargetkan bahwa indeks inklusif keuangan dari sisi penggunaan account ini akan meningkat menjadi 90% di tahun 2024. Untuk meneruskan siapa yang baik ini dan mencapai target di tahun 2024 pemerintah Indonesia telah menerbitkan Pe%res tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif di Tahun 2020," ujar Airlangga dalam video conference “Peluncuran Kemitraan Visa-Alto: Bersama Berdayakan Bangsa” secara virtual, Kamis (10/6/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga: PP Muhammadiyah Bantu Perluas Keuangan Inklusi Syariah

Airlangga menambahkan, Strategi Nasional Keuangan Inklusif untuk menghadirkan kondisi dimana masyarakat dapat mengakses berbagai produk dan layanan keuangan serta layanan keuangan formal yang berkualitas tepat waktu, lancar, aman, dan biaya terjangkau.

"Sesuai dengan kebutuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, mempercepat penanggulangan kemiskinan, mengoreksi kesenjangan antar individu, serta antar daerah, dan secara umum dapat diharapkan perbaikan kesejahteraan masyarakat," kata dia.

Untuk mencapai hal tersebut, Airlangga menyebut bahwa pemerintah melalui Strategi Nasional Keuangan Inklusif berupaya melakukan berbagai cara, setidaknya terdapat tiga hal di dalamnya.

"Satu, perluasan akses penjangkauan layanan keuangan formal, peningkatan literasi, dan perlindungan konsumen. Kedua, penguatan akses permodalan dan dukungan pengembangan UMKM. Ketiga, peningkatan produk dan layanan keuangan digital serta penguatan integrasi kegiatan ekonomi dan keuangan inklusif melalui layanan keuangan digital," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini