Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IHSG Akan Bergerak Terbatas Pekan Depan

Rina Anggraeni , Jurnalis-Minggu, 17 Januari 2021 |17:10 WIB
IHSG Akan Bergerak Terbatas Pekan Depan
saham (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Beberapa sentimen akan mempengaruhi pergerakan IHSG pada pekan depan. Salah satunya vaksinasi Covid-19.

Direktur Investama Hans Kwee mengatakan pelaksanaan vaksin yang relative lebih lambat dari harapan menimbulkan perkiraan vaksin tidak dapat membantu dalam waktu dua sampai tiga bulan kedepan akibat tingginya kasus baru.

 Baca juga: IHSG Diprediksi Bangkit, Ini Menu Rekomendasi Saham Jelang Akhir Pekan

"IHSG diperkirakan akan terkoreksi terbatas di pekan ini dengan support di level 6.341 sampai 6.158 dan resistance di level 6.472 sampai 6.500," kata Hans Kwee saat dihubungi MNC Portal, Jakarta, Minggu (17/1/2021).

Selain itu, sentimen positif stimulus fiskal AS mulai bergeser menjadi kekhawatiran naiknya pajak dan yield obligasi pemerintah AS yang pada akhirnya menyebabkan penguatan nilai tukar USD.

 Baca juga: Menko Airlangga Sebut Vaksinasi Covid-19 Bikin IHSG Juara di Asean

"Pasar juga terbeban sentimen negative lockdown ketat di beberapa Negara akibat pandemi Covid 19," bebernya.

Lanjutnya, berapa pemerintah di kawasan Eropa mengumumkan penguncian virus korona yang lebih ketat dan lebih lama. Varian Covid 19 yang menyebar cepat yang pertama kali terdeteksi di Inggris saat ini cukup mengkhawatirkan.

"Kanselir Jerman Angela Merkel menyerukan "tindakan sangat cepat" untuk melawan penyebaran virus Covid 19 karena negara itu mengalami rekor jumlah kematian terkait virus. Prancis mengatakan akan memperkuat kontrol perbatasannya," bebernya.

Lockdown ketat juga terjadi di China setelah Negara itu melaporkan jumlah kasus Covid-19 harian tertinggi setelah lebih dari 10 bulan dan mencatat kematian pertama negara itu akibat virus korona dalam delapan bulan.

"Hal ini mengakibatkan lebih dari 28 juta orang diisolasi di negara tersebut. Vaksinasi diperkirakan tidak akan banyak membantu selama dua hingga tiga bulan ke depan," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement