Soal Bank Digital Khusus Syariah, Bos OJK: Jangan Ketinggalan

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 19 Januari 2021 10:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 19 320 2346867 soal-bank-digital-khusus-syariah-bos-ojk-jangan-ketinggalan-ETcZ86ZWzo.jpg Bank (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan industri keuangan syariah nasional memiliki bank digital khusus syariah. Hal ini mengingat era bank digital sudah sampai di Indonesia dan keuangan syariah juga harus ikut serta.

"Digital bank berbasis syariah harus ada. Dan ini akan membutuhkan SDM yang berkualitas. Jangan sampai ketinggalan dari konvensional," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam webinar Outlook Ekonomi Syariah Indonesia 2021, Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Saat ini diketahui beberapa bank nasional sudah mulai berkembang sebagai bank digital. Seperti bank digital BCA, BRI dan bank besar lainnya juga sedang bersiap.

"Produk keuangan syariah harus diedukasi dengan lebih cepat teknologi. Jangan sampai produknya telat atau jadi pilihan kedua karena terlambat dibandingkan konvensional. Setidaknya harus bersamaan," katanya.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Bank Syariah Bakal Meningkat Pesat di Awal 2021 

Dia mengingatkan kompetisi keuangan syariah saat ini bukan lagi bank konvensional nasional namun juga pelaku keuangan syariah dari regional dan global. Karena itu pihaknya telah meracik strategi yang telah disampaikan kepada Presiden RI Jokowi beberapa hari lalu.

Strategi lain yang akan dilakukan adalah literasi untuk produk-produk keuangan syariah di tengah masyarakat. Literasi dan edukasi masyarakat dapat dipercepat dengan penggunaan teknologi digital.

"Bersamaan juga terus dikembangkan ekosistemnya seperti wisata halal atau hotel halal sehingga jadi lebih kuat," jelasnya.

Berikutnya pelaku keuangan syariah agar mengalihkan perhatiannya pada produk-produk ritel dan melayani UMKM. Menurutnya selama ini industri syariah keliru memilih strategi yang selalu ingin menyasar segmen komersial atau perusahaan skala menengah.

"Pengalaman kita sudah panjang membangun sektor keuangan syariah. Selama ini fokusnya komersial sementara fondasinya tidak siap seperti permodalan kuat, harga kompetitif, dan SDM kuat. Belum ada yang siap. Sekarang pelaku syariah fokus saja untuk ritel dan UMKM. Kebutuhannya sangat besar," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini