Penyaluran Kredit Bank Syariah Bakal Meningkat Pesat di Awal 2021

Kunthi Fahmar Shandy, Jurnalis · Senin 18 Januari 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 18 320 2346524 penyaluran-kredit-bank-syariah-bakal-meningkat-pesat-di-awal-2021-3CwBqK2CH5.jpg Bank Syariah (Shutterstock)

JAKARTA - Penyaluran kredit baru diperkirakan kembali meningkat pada Januari 2021. Hal tersebut terindikasi dari Saldo bersih tertimbang (SBT).

"Hal tersebut terindikasi dari Saldo bersih tertimbang (SBT) perkiraan penyaluran kredit baru Januari 2021 sebesar 53,1% yang lebih tinggi dibandingkan SBT perkiraan penyaluran kredit baru Desember 2020 sebesar 42,8%," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Jakarta, Senin (18/1/2021).

 Baca juga: Merger Bank Syariah Negara Diharapkan Optimal bagi Ekonomi Indonesia

Berdasarkan kelompok bank, peningkatan diperkirakan terjadi pada seluruh kategori bank, tertinggi pada Bank Umum Syariah dan Bank Umum dengan SBT masing-masing sebesar 92,4% dan 52,0%.

Sementara itu, berdasarkan jens penggunaan peningkatan tertinggi terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan KPR dengan SBT masing-masing sebesar 51,1% dan 44,4%.

 Baca juga: Ketimbang Bikin Bank, Muhammadiyah Lebih Baik Optimalkan BPRS

Meningkatnya permintaan kredit baru pada Desember 2020 menurut responden perbankan sejalan dengan meningkatnya permintaan.

Hal ini terindikasi pada nilai SBT permintaan kredit baru yang tercatat sebesar 46,7%, lebih tinggi dari SBT 21,5% pada November 2020.

Menurut dia, peningkatan ini sejalan dengan meningkatnya jumlah responden dunia usaha yang memenuhi kebutuhan pembiayaannya melalui perbankan dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan jenis penggunaan, kenaikan permintaan terutama diperkirakan terjadi pada Kredit Modal Kerja (KMK) dan Kredit Investasi (KI) dengan SBT masing-masing sebesar 50,5% dan 38,4%.

"Sementara itu berdasarkan golongan debitur, permintaan kredit baru pada Desember 2020 diperkirakan terjadi pada kredit UMKM maupun Non-UMKM," tukas dia.

Adapun faktor yang mempengaruhi perkiraan kenaikan permintaan kredit baru pada Desember 2020 terutama prospek usaha nasabah, kebutuhan pembiayaan nasabah, dan suku bunga kredit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini