JAKARTA - Para pedagang daging sapi yang berada di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek) melakukan aksi mogok jualan pada hari ini.
Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas mahalnya harga daging sapi di rumah pemotongan hewan
Ketua Paguyuban Pedagang Sapi Ciledug Tangerang Sutisna mengungkapkan selama dua bulan terakhir para pedagang daging telah merugi besar. Berdasarkan hitungannya per hari para pedagang mengalami kerugian sebesar Rp3 juta per kilo.
"Jika dikalikan dalam sebulan maka rugi Rp 90 juta rugi. Kalau dua bulan dengan gaji pekerja dan lainya bisa kurang lebih Rp200 juta," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (20/1/2021)
Baca Juga: Lapak Pedagang Daging Kosong Melompong karena Mogok Jualan, Ini Penampakannya
Dia menjelaskan bahwa daging tidak sama seperti komoditi pasar lainnya. Jika para pedagang menaikan harga begitu saja maka konsumen tidak ada yang akan membeli.
"Komoditi daging dengan sayuran beda, kalau sayuran naik pasti 2 hari sudah turun. Sementara harga daging kalau mau naik harus ada momennya seperti hari raya." terangnya,
Sebelumnya, Ketua Harian DPP APDI Asnawi mengatakan pihaknya telah melakukan rapat koordinasi bersama Direktorat Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan menyikapi soal stabilitas harga daging sapi.
Dia mengatakan, faktor penyebab tingginya harga daging, karena pihak importir sapi mendapatkan harga yang sudah sangat naik dari negara produsen seperti Australia
"Per Juli 2020 sudah pada posisi 3,6 Dolar Amerika per 1 kg bobot hidup sapi bakalan, dan harga per bulan Januari - Februari 2021 sudah masuk pada posisi 3,9 Dolar Amerika per 1 kg bobot hidup sapi bakalan, belum biaya-biaya bongkar muat pelabuhan dan transportasi angkutan." kata Asnawi.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.