Share

Ini Kenikmatan Memiliki Saham BCAP dan MNCN ala Ustaz Yusuf Mansur

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 278 2348883 ini-kenikmatan-memiliki-saham-bcap-dan-mncn-ala-ustaz-yusuf-mansur-GGeQPGbZTO.jpg Ustaz Yusuf Mansur soal Saham MNCN dan BCAP. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Investor saham dan pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren), Ustaz Yusuf Mansur kembali berdakwah tentang Mansurmology atau landasan di balik pilihan portofolio saham-sahamnya.

Beberapa hari terakhir, dia kerap berbicara soal kenikmatan memiliki saham PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) dan PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN).

Kali ini, dirinya menganalogikan bahwa dengan membeli kedua saham tersebut maka memiliki kebanggaan tersendiri, yaitu bisa menafkahi puluhan ribu pekerja.

Baca Juga: Ini Alasan Ustaz Yusuf Mansur Tertarik dengan Saham BCAP dan MNCN

"Jadi bisa kayak Pak HT. Hehehe. Bisa punya karyawan 30.000 kurang lebih, ngasi makan segitu banyak orang dengan keluarganya. Jadi jalan rizki buat banyak orang. dan lain-lain. Manfaat secara ekonomi riil. Urusan perut orang," tulis Ustaz Yusuf seperti dikutip dari akun instagram pribadi miliknya @yusufmansurnew, Jumat (20/1/2021).

Menurut dia, seorang investor saham itu harus memiliki pemikiran yang positif, di mana mereka meyakini bahwa keputusaannya menabung saham itu untuk menjadi pemilik dari sebuah perusahaan.

"Ini sudut pandang lain persahaman. Selain soal ownership. Ikut memiliki. Ikut jd pemegang saham. Ikut jadi owner. Yakni soal afirmasi, visualisasi dan imajinasi," ujarnya.

Baca Juga: Ketika Ustaz Yusuf Mansur Doakan Pemegang Saham MNCN dan BCAP Dapat Pahala

"Nah, apalagi yang ada sambungannya. Kawan-kawan milenial, beli sahamnya. Adik-adik siswa siswi, mahasiswa/i, beli saham bank X tersebut. Dan bener-bener jangan hanya jadi afirmasi. Tapi sekalian visualisasiin dan imajinasiin. Asli ini akan strong banget. Powerful," sambungnya.

Dia mengaku sejak tahun 2005 lalu telah merasakan kenikmatan bersedekah dengan memiliki saham BCAP dan MNCN tersebut.

"Akan halnya saham BCAP dan MNCN. for me, like this lah... Dan ini kan bukan hal baru. Ngonekin yang bisa dikonekin. Dari 2005 saya bersentuhan dengan kebaikan-kebaikan Pak HT. Sejak zaman TPI... RCTI... Nikmatnya Sedekah periode-periode 2005-an dan Sinetron Maha Kasih, yang di antaranya Tukang Bubur Naik Haji, juga periode 2005-an. Saya udah langsung ngiket dengan apa gitu. Dan tidak mengecewakan. Mayan kaya dah, hahaha," kata dia.

Dia menegaskan bahwa pernyataannya ini hanya sebuah pandangan dirinya tanpa ada unsur mendukung sebuah emiten. Dirinya pun akan memberikan pemahaman-pemahaman ihwal saham perusahaan lainnya.

"Nah, kawan-kawan pecinta dan penggerak saham. Ini asli sudut pandang lain. Bismillaah walhamdulillaah. Tar jalan-jalan ke perusahaan-perusahaan gede lain. BESOK PERUSAHAAN2 INI HARUS JAD PERUSAHAANNYA ANAK-ANAK INDONESIA. Bisa. Kun Fayakuun. Dan toh, dipersilahkan. BELI AJA SAHAMNYA. Simpel. Pegangin. Jadi owner. Bukan buat sekedar cuan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini