Harga Emas Turun, Investor Menanti Realisasi Stimulus USD1,9 Triliun

Jum'at 22 Januari 2021 08:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 320 2348821 harga-emas-turun-investor-menanti-realisasi-stimulus-usd1-9-triliun-AFA0aPDICj.jpeg Harga Emas Turun. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

CHICAGO - Harga emas melemah pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor merealisasikan keuntungan setelah kenaikan dua hari berturut-turut. Sementara ekspektasi terhadap stimulus lebih lanjut dan pelemahan dolar AS membatasi kerugian emas.

Kontrak emas untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, turun tipis USD0,6 atau 0,03% menjadi USD1.865,90 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (20/1/2021), emas berjangka melonjak USD10,3 menjadi USD1.840,20.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp9.000 Usai Joe Biden Jadi Presiden AS

"Ini tidak lebih dari sekedar aksi ambil untung setelah reli yang didorong ekspektasi untuk stimulus lebih lanjut yang datang dari (pemerintahan) Biden," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, dikutip dari Antara, Jumat (22/1/2021).

Joe Biden resmi dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat. dengan Pasar pun berfokus pada paket stimulus virus corona USD1,9 triliun yang diusulkannya.

Baca Juga: Harga Emas Berkilau Sambut Pemerintahan Joe Biden

Emas yang dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang, menurun karena langkah-langkah stimulus besar-besaran tersebut.

Namun demikian, pelemahan emas dibatasi oleh turuunny dolar ke level terendah dalam satu minggu terakhir.

Logam mulia lainnya, harga perak pengiriman Maret naik 8,8 sen atau 0,34% menjadi USD25,854 per ounce. Platinum untuk pengiriman April naik USD11,6 atau 1,04% menjadi USD1.128 per ounce.

Sebelumnya, pemerintah baru AS diharapkan mendorong melalui Kongres rencana stimulus fiskal AS hampir dua triliun dolar AS.

"Setelah Anda tidak lagi yakin tentang sesuatu dan hal itu terwujud, optimisme keseluruhan tumbuh dan memberi jalan kepada narasi pemulihan global," kata Juan Perez, ahli strategi dan pedagang valas senior di Tempus Inc. di Washington.

“Pemilu dan masalah setelahnya - semuanya memainkan peran yang dramatis, tapi sekarang sudah berakhir. Joe Biden adalah presiden dan harapan stimulus, seperti beberapa pasar, berada pada rekor tertinggi,” tambahnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini