Siap-Siap, BI Bakal Razia Suku Bunga Bank yang Masih Tinggi

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 22 Januari 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 22 320 2348901 siap-siap-bi-bakal-razia-suku-bunga-bank-yang-masih-tinggi-QrlPpH7yiJ.jpg Bank Indonesia (BI)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo bersiap melakukan razia suku bunga di setiap bank dalam bentuk assessment Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK). Tujuannya agar ada transparansi suku bunga perbankan.

Karena saat ini kondisi likuiditas sangat tinggi namun bank tidak juga menurunkan suku bunganya.

 Baca juga: OJK Minta Bankir Hati-Hati dalam Restrukturisasi Kredit

"Kami akan melihat SBDK bank-bank itu seperti apa? untuk setiap jenis SBDK baik untuk konsumsi, modal kerja, dan lainnya. Trennya naik atau menurun," ujar Perry hari ini dalam webinar, Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Dalam penilaian tersebut BI akan melihat spread suku bunga atau selisih antara SBDK dibandingkan suku bunga acuan BI dan juga dari suku bunga deposito yang menggambarkan cost of fund perbankan. "Ini akan kami analisis lalu disampaikan ke masyarakat," katanya.

 Baca juga: Pertumbuhan Kredit 2021 Diramal Tembus 7,3%

Bank Indonesia setidaknya telah menginjeksi likuditas (quantitative easing/QE) kepada perbankan sebesar Rp 726,57 triliun sepanjang 2020. Injeksi likuiditas itu terdiri dari penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dan ekspansi moneter bank sentral.

Namun Perry mengeluhkan meskipun BI telah menyuntikkan likuiditas sangat tinggi ke sistem keuangan namun masalahnya bank-bank belum menurunkan suku bunganya. "Suku bunga acuan sudah sangat rendah tapi kredit bank belum turun. Kondisi likuiditas bank sangat longgar tapi jangan dananya mutar lagi di pasar keuangan. Harusnya ke sektor riil," ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini