IHSG Mendadak Anjlok, Analis: Profit Taking Jangka Pendek

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 25 Januari 2021 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 25 278 2350187 ihsg-mendadak-anjlok-analis-profit-taking-jangka-pendek-hsdycQr0Qt.jpg IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi setelah dibuka di level 6.322.52 dan dalam 10 menit berikutnya anjlok ke level 6.176.59

Pengamat pasar modal dari Finvesol Consulting Fendi Susiyanto menilai, level support IHSG berada di 6.200 karena aksi profit taking jangka pendek. Karena itu, koreksi ini adalah momen bagus untuk investor masuk ke pasar.

Baca Juga: IHSG Anjlok, Pagi Ini Turun 2,33% ke 6.159

"Tren IHSG masih dalam posisi uptrend. Untuk profit taking sudah diprediksi. Walaupun indeks turun ke 6.200 ataupun lebih justru harus diperhatikan untuk bisa melakukan akumulasi kembali. Karena ada banyak sentimen positif di bursa," kata Fendi dalam siaran live Market Opening di IDX Channel hari ini di Jakarta, Senin (25/1/2021).

Fendi menilai, ada katalis positif untuk IHSG dalam jangka panjang sehingga diyakini masih akan menuju 6.800-7.200. Katalis positif menurutnya adalah model bisnis baru emiten karena sudah bertransformasi menghadapi pandemi covid19. Berikutnya juga ada stimulus dari pemerintah.

Baca Juga: IHSG Masih Berpotensi Melemah pada Perdagangan Hari Ini

"Ada kebijakan SWF dan suku bunga rendah. Ini positif jangka panjangnya. Secara fundamental cukup kuat dan akan ada potensi IHSG mengalami apresiasi. SWF akan mendukung infrastruktur jalan tol, industri halal, ataupun kesehatan. Walaupun awalnya SWF tidak terlalu besar tapi itu akan terus naik seperti di Malaysia," katanya.

Akhir pekan lalu IHSG ditutup terkoreksi signifikan 1,66% di level 6.307,13 atau pada Jumat, 22 Januari 2021 lalu.

Dari dalam negeri, keputusan pemerintah untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga Februari

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini