Share

2 Hal Penting yang Perlu Diwaspadai Ketika Buka Usaha

Iffa Naila Safira, Jurnalis · Rabu 27 Januari 2021 05:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 26 455 2351017 2-hal-penting-yang-perlu-diwaspadai-ketika-buka-usaha-Q9dPEGdmHu.jpeg Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA Memulai bisnis tak bisa dilakukan dengan asal-asalan. Seseorang harus mengetahui kelebihan dan kekurangan selama menjalankan usaha. Jangan sampai salah langkah yang memicu kerugian.

"Yang perlu di waspadai adalah kita sudah tau mau jual suatu produk atau jasa. Tapi, kita ga membuka diri, ga kasih info ke orang-orang, bahwa kita sekarang jual ini loh, sekarang bisnis ini loh," ujar Perencana Keuangan Andi Nugroho kepada Okezone.

Baca Juga: Siapkan 3 Hal Ini Sebelum Buka Usaha 

Terkadang ada beberapa orang yang belum terbiasa membuka usaha dan memasarkannya sendiri. Mungkin ada kaitan dengan background pekerjaan yang sebelumnya, bisa membuat kita jadi kurang mengenal dunia luar dan dunia pemasaran.

"Kemudian kita jadi wirausahawan, jadi pebisnis cuma diem-diem aja ya gimana caranya orang lain tahu bahwa kita menjual hal tersebut, berarti kita harus membuka diri nih. Minimal kalau kita malas ketemu dengan orang luar, malas japri atau promosi sendiri, kita bisa lewat sosial media," ungkap Andi.

 

Perhatikan lagi bagaimana kita akan memasarkan produk dan Self Branding disaat ingin membuka usaha. Bersosialisasi dengan banyak orang selain kita mendapat teman baru, juga dapat membuka peluang bisnis jadi lebih maju.

"Jadi selain kita punya produknya, kita juga punya marketnya. Kalau kita punya produk sebagus apapun, kalau kita ga ketemu marketnya, ga ketemu pembelinya, ya akan repot juga," ungkapnya.

Selain kita Self Branding, yang perlu diwaspadai selanjutnya adalah bagaimana kita mengeluarkan modal. Jangan sampai terlalu banyak mengeluarkan modal namun, tidak ada hasilnya.

"Jangan keluarkan modal 100%, sedikit demi sedikit kita keluarkan, apalagi jika kita tidak ada sumber penghasilan yang lain, bisa 30% dulu atau maksimal 50% dulu, biar muter dulu biar menghasilkan dulu," jelas Andi.

Menurutnya, ketika kita sudah mengerti ritmenya, sudah dapat polanya, kalau mau ditambah lagi modalnya tidak apa-apa. Karena risikonya kalau sudah mengeluarkan modal 100% tetapi tidak berhasil, kita tidak bisa memulai usaha lagi.

"Kita bisa meminimalisir modal yang dikeluarkan contohnya dengan menjadi makelar/reseller. Kita juga mendapatkan komisi tanpa mengeluarkan biaya modal yang besar," jelasnya.

Dengan menjadi makelar/reseller, kita bisa meminimalisir kerugian juga mendapat tambahan ilmu berbisnis. Dengan begitu kita bisa menentukan langkah selanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini