JAKARTA - Siapakah pemilik Kopi Janji Jiwa? Ini profil dan sosoknya. Siapa sebenarnya sosok di balik Kopi Janji Jiwa? Pertanyaan ini kerap muncul di benak para penikmat minuman dari merek kopi lokal tersebut.
Dengan lebih dari seribu gerai, Janji Jiwa tercatat sebagai salah satu jaringan kedai kopi terbesar di Indonesia. Di balik kesuksesannya, ada Billy Kurniawan, sosok yang merintis usaha ini dari nol. Ya Billy adalah pemilik Kopi Janji Jiwa
Berikut profil dan sosok Billy Kurniawan, sang pemilik Kopi Janji Jiwa seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Billy Kurniawan dikenal sebagai pengusaha yang jarang membuka kehidupan pribadinya ke ruang publik. Berdasarkan profil Linkedin-nya, ia merupakan lulusan SMA Kristen IPEKA (2005) dan Seattle University dengan gelar B.A. di bidang Keuangan dan Pemasaran (2009).
Billy Kurniawan mengawali kariernya sebagai Account Executive di salah satu perusahaan retail makanan di Indonesia. Sebelum mendirikan Janji Jiwa, ia telah mencoba sembilan jenis usaha makanan dan minuman, tetapi semuanya gagal. Kegagalan itu justru menjadi bekal pembelajaran berharga baginya.
Tak patah semangat, Billy kembali mencoba peruntungan lewat bisnis kopi yang sesuai dengan minatnya. Dengan modal Rp70 juta, ia membuka kedai kopi kecil di ITC Kuningan, Jakarta, pada 2018 bersama istri dan seorang temannya. Di awal peluncuran, penjualan Janji Jiwa hanya berkisar 10 hingga 15 gelas per hari, atau sekitar 300 hingga 450 gelas per bulan.
Kondisi tersebut mendorong Billy bergerak lebih kreatif lewat pemasaran digital. Ia membangun citra kedainya di media sosial agar dekat dengan target pasar, lalu menggandeng sejumlah key opinion leader (KOL) dan influencer untuk mempromosikan kopinya.
Strategi itu terbukti efektif. Penjualan yang semula hanya belasan gelas per hari melonjak hingga jutaan gelas per bulan, dengan sekitar 900+ gerai tersebar di 50 kota di Indonesia. Selain kopi, Billy juga menawarkan beragam pilihan toast sebagai pendamping minuman. Pencapaian itu diraih dalam waktu satu tahun tanpa suntikan modal ventura.