JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih minim katalis positif. Hal ini juga terlihat dalam pergerakan teknikalnya.
"Dari sisi teknikal masih berpotensi untuk bullish sebesar 6.000-6.300. Kemarin sudah menyentuh support di 6.000," ucap Equity Analyst NH Korindo Sekuritas Putu Chantika dalam IDX Channel Live di Jakarta, Kamis(28/1/2021).
Baca juga: IHSG Terkoreksi, Saham Sektor Konstruksi Malah Menghijau
Putu mengatakan bahwa masih ada peluang IHSG untuk bergerak ke resistance 6.300. Ini untuk resistence di hari ini.
"Ini sangat tricky melihat pasar global yang sempat turun. Dan net foreign buy sekitar Rp100 miliar dibandingkan Rp200 miliar pada Selasa," tambahnya.
Baca juga: Waspada, IHSG Bisa Terjun Bebas di Sesi II
Sementara itu, para investor diprediksi berada dalam akumulasi buy karena kemarin IHSG menyentuh supportnya. Ini kemungkinan besar akan terus berlanjut untuk net buy.
"IHSG bisa terkoreksi tapi asing masih terus mengumpulkan. Diharapkan bisa ditutup hijau," terang Putu.
Untuk perbankan besar, kemarin di awal Januari sudah cukup tinggi dan meningkat signifikan. Menurut Putu, ini adalah timing yang tepat kalau bisa aksi profit taking terlebih dahulu di sektor manapun.
"SMCB mampu naik 20% di tengah koreksi IHSG kemarin. Industri semen secara keseluruhan ada sentimen positif karena dari pemerintah menggenjot proyek infrastruktur di luar Jawa. Jadi kemungkinan besar ini berdampak positif kepada demand untuk semen kedepannya," jelasnya.
Tahun lalu di era pandemi, permintaan semen menurun karena banyak proyek dipostpone untuk sementara. Perusahaan Taiheiyo Jepang yang akan menyuntikkan dana Rp3 triliun ke SMCB juga memiliki korelasi karena ini memberikan dampak positif pada SMCB, menambah permodalan dan menjadi jalur alternatif SMCB menguasai pangsa pasar global.
"Kami lihat SMCB ke speculative buy saja. Untuk koreksi kemungkinan ada, tapi supportnya di kisaran 1.600, resistancenya 1.780 bisa menjadi acuan," pungkas Putu.
(Fakhri Rezy)