IHSG Dibayangi Kejatuhan, Ini 8 Rekomendasi Sahamnya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 278 2352782 ihsg-dibayangi-kejatuhan-ini-8-rekomendasi-sahamnya-Gpk96hO7O4.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan melemah. Sebelumnya, IHSG ditutup turun 129,78 poin atau 2,12% ke 5.979,39 atau 5.979.

Analis Bina Artha Sekuritas Nafan Aji mengatakan berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 5853.26 hingga 6064.55. Berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI masih menunjukkan sinyal negatif.

 Baca juga: Dibayangi Gelombang Tekanan, IHSG Diprediksi Melemah

"Di sisi lain, terlihat beberapa pola downward bar yang mengindikasikan adanya potensi pelemahan lanjutan pada pergerakan IHSG," ujar Nafan Aji di Jakarta, Jumat (29/1/2021)

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut:

 Baca juga: IHSG Anjlok Bikin Saham Investor Pemula Nyangkut, Ini Petuah OJK

1. AALI

Pergerakan harga saham hampir menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level Rp10.750 – Rp11.050, dengan target harga secara bertahap di Rp11.575, Rp12.650 dan Rp13.750. Support: Rp10.750 dan Rp10.475.

2. BBTN

Terlihat pola doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area Rp1.595 – Rp1.625, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.740, Rp1.805, Rp1.865, Rp2.110 dan Rp2.180. Support: Rp1.515.

3. BMRI

Pergerakan harga masih bertahan di atas garis tengah dari bollinger dan terlihat pola spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area Rp6.900 – Rp7.050, dengan target harga secara bertahap di level Rp7.275, Rp7.550, Rp7.850 and Rp8.050. Support: Rp6.900 & Rp6.700.

5. CPIN

Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level Rp5.700 – Rp5.800, dengan target harga secara bertahap di level Rp5.900, Rp6.600, Rp7.275 dan Rp7.975. Support: Rp5.550 & Rp5.225.

6. LINK

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 10 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level Rp2.740 – Rp2.800, dengan target harga secara bertahap di level 2990, 3100 dan 3950. Support: Rp2.690 dan Rp2.500.

7. MYOR

Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada level Rp2.750 – Rp2.790, dengan target harga secara bertahap di Rp2.880 dan Rp2.950. Support: Rp2.730 dan Rp2.680.

8. PPRE

Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level Rp196 – Rp202, dengan target harga secara bertahap di level Rp224, Rp270 dan Rp316. Support: Rp189 dan Rp178.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini