Industri Lokal Diserbu Baja China, Apa Langkah Mendag?

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 29 Januari 2021 18:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 29 320 2353181 industri-lokal-diserbu-baja-china-apa-langkah-mendag-wvjeInqQ36.jpg Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (Foto: Dokumentasi Kemendag)

JAKARTA - Ketua Umum Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim meminta kepada pemerintah untuk melakukan safeguard dan bea masuk anti dumping (BMAD) terhadap impor baja. Hal ini dilakukan agar pasar nasional tidak dibanjiri produk impor baja dari luar negeri.

Menanggapi hal itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi tidak akan melakukan tindakan intervensi lebih lanjut atas permintaan tersebut. Pasalnya jika diberlakukan akan melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh World Trade Organization (WTO).

Baca Juga: Ancaman PHK, Industri Baja Indonesia Harus Dilindungi

"Saya tidak bisa panjang lebar di sini karena ini adalah prosesnya independen. kita sadar betul bahwa ini bagian dari perdagangan, baik jeleknya harus kita terima. Kita akan pastikan akan berjalan sesuai kaidahnya (WTO)," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (29/1/2021).

Meski begitu, Kemendag akan berusaha semaksimal mungkin melindungi industri baja nasional dari serbuan produk impor murah dari China. Caranya, dengan memberantas penjualan baja ilegal di Tanah Air.

Baca Juga: Industri Lokal Merasa Tidak Fair dengan Jumlah dan Cara Impor Baja

"Kalau memang ada barang ilegal, kemendag memastikan bahwa kita akan periksa dan kita akan jaga industri kita. Saya jamin bahwa kita akan memberikan yang terbaik buat industri nasional kita," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim mengatakan bahwa safeguard di industri baja perlu dilakukan. Sebab jika tidak dilindungi maka industri baja akan kalh bersaingan dan terjadi bisa PHK dalam industri ini.

Safeguard merupakan upaya melindungi produk lokal dari serbuan impor produk serupa yang dinilai mengancam kelangsungan industri dalam negeri.

"Safeguard satu hal yang penting, apalagi dalam kondisi pandemi seperti ini, konsekuensi PHK jelas." katanya dalam Market Review IDX Channel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini