Sementara itu, Panutan juga mengungkapkan, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$21,74 miliar. Padahal, katanya, total ekspor secara kumulatif dari Januari hingga Desember 2020 mencapai turun 2,61 persen menjadi US$163,31 miliar. Adapun indikator yang terakhir dilihat dari pelaksanaan vaksinasi yang mulai berlangsung pada 13 Januari 2021.
“Ini memunculkan optimisme sendiri bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Panutan.
Dengan berbagai indikator tersebut, Panutan pun berharap optimisme bisa terbangun kembali. Namun dia tetap mengingatkan, penerapan protokol kesehatan berupa 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun) dan praktik 3T (tracing, testing dan treatment) tetap harus berjalan agar pemulihan ekonomi bisa terus menurus lebih baik ke depannya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.