Dirut BSI Beberkan Potensi Bank Syariah di Indonesia

Hafid Fuad, Jurnalis · Kamis 04 Februari 2021 21:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 04 320 2356706 dirut-bsi-beberkan-potensi-bank-syariah-di-indonesia-h8Bte8WrJ4.jpg Bank Syariah (Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Hery Gunardi mengaku optimistis dengan potensi perkembangan bank syariah di Indonesia. Salah satu keunggulannya adalah daya fleksibel bank Syariah dalam melakukan adjustment.

Dalam operasional bank Syariah diuntungkan karena menggunakan model bagi hasil dan nisbah. Sehingga bisa menyesuaikan baik saat kondisi ekonomi sedang baik ataupun sedang turun.

 Baca juga: Baru Lahir, Bank Syariah Indonesia Diserbu Netizen soal Mobile Banking

"Di tengah kondisi seperti pandemi covid-19 sekarang justru ekonomi syariah hadir, memberikan sistem ekonomi yang lebih stabil dan resilience. Bank syariah tidak terdampak kondisi pandemi," ujar Hery dalam siaran live Wajah Baru Bank Syariah di Inews TV hari ini di Jakarta.

Dia lalu menjelaskan keuangan syariah terbukti lebih kuat dibandingkan dengan keuangan konvensional. Salah satu sebabnya adalah keuangan syariah terbebas dari negative spread. "Dalam bank Syariah tidak ada negatif spread," ujarnya.

 Baca juga: 'The Indonesia Economic Club' Live di iNews Malam Ini Pukul 20.30: Wajah Baru Bank Syariah

Kondisi ini menunjukkan sumber pendapatan lembaga keuangan berasal dari pendapatan yang diperoleh dari nasabah peminjamnya (debitur). Pada sistem konvensional sumber pendapatan berasal dari bunga atau jasa. Sedangkan pada lembaga keuangan yang menggunakan sistem syariah pendapatan tersebut bisa berbentuk bagi hasil ataupun margin (bagi akad jual beli).

Daya Otoritas Jasa Keuangan menunjukkan bukti dari sisi aset, perbankan syariah mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 21,48% di tahun 2020. Hingga akhir tahun 2020, aset keuangan syariah telah mencapai Rp 1.770,32 triliun.

Dari segi pembiayaan, bank syariah nasional masih tumbuh 8,08% secara tahunan (year on year/yoy). Sedangkan bank umum masih terkontraksi -2,41 persen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini