Lockdown Akhir Pekan, Pengusaha Hotel Bisa Gulung Tikar

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 05 Februari 2021 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 05 470 2357237 lockdown-akhir-pekan-pengusaha-hotel-bisa-gulung-tikar-2iLx3JOXrJ.jpg Hotel online (Shutterstock)

JAKARTA - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) meminta Pemprov DKI Jakarta untuk mempertimbangkan rencana kebijakan lockdown akhir pekan di ibu kota. Sebab, kebijakan tersebut akan memperburuk keadaan bagi pelaku usaha khususnya industri Hotel dan Restoran di Jakarta.

"Usulan kebijakan lockdown akhir pekan ini bisa dipertimbangkan kembali oleh Pemprov DKI. Karena kebijakan ini akan semakin memberatkan pelaku usaha," kata Ketua BPD PHRI Sutrisno Iwantono dalam konferensi pers virtual, Jumat (5/2/2021).

 Baca juga: Efek Dahsyat Covid-19, 400 Karyawan Kena PHK Tiap Jamnya

Ia mengatakan, sebelum mengeluarkan kebijakan tentang lockdown akhir pekan, hendaknya Pemda DKI Jakarta mengadakan dialog dengan para pelaku usaha. Pasalnya, akhir pekan merupakan momentum yang sangat dinanti bagi para pelaku usaha hotel dan restoran.

"Sekarang ini, sudah mulai banyak reservasi untuk acara-acara pertemuan dan pernikahan dalam skala kecil di Hotel dan Restoran," jelasnya.

 Baca juga: Tiap Jam, 400 Karyawan Kena PHK Imbas Covid-19

Menurutnya, jika kebijakan tersebut dilakukan maka akan berdampak dalam pembatalan dan pengembalian pembayaran. Hal ini tentu akan membuat penerimaan hotel dan restoran tambah berkurang.

"Jika ada pembatalan kita harus mengembalikan uang DP sepenuhnya. Ini sungguh memberatkan kita dalam situasi terpuruk dan bisa menyebabkan guling tikar," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini