Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

'Obat Kuat' IHSG Hari Ini, dari Ekonomi China hingga Landainya Kasus Covid-19

Giri Hartomo , Jurnalis-Rabu, 10 Februari 2021 |18:40 WIB
   'Obat Kuat' IHSG Hari Ini, dari Ekonomi China hingga Landainya Kasus Covid-19
IHSG (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini cukup ceria. Setelah pada penutupan IHSG berada di zona hijau atau ditutup naik 20,15 poin atau 0,33% ke 6.201.

Analis Binaartha Parama Sekuritas Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, moncernya kinerja IHSG pada hari ini tidak terlepas dari beberapa sentimen positif. Seperti yang pertama adalah membaiknya data makro ekonomi dari China.

Kemudian, para pelaku pasar juga sedang menanti pengumuman inflasi inti dari Amerika Serikat. Di mana diperkirakan inflasi inti dari AS diproyeksikan akan menguat dari 0,1% menjadi 0,2%.

"Di sisi lain menanti berkaitan dengan kebijakan moneter ke depannya dan juga bagaimana kondisi makro ekonomi domestik maupun ekonomi global," ujarnya dalam acara 2nd Session Closing IDX Channel, Rabu (10/2/2021)

Baca Juga: IHSG Ditutup Rebound 0,33% Bertahan di 6.201 

Selain itu, kinerja moncer IHSG juga berkaitan dengan penanganan virus corona (covid-19). Mengingat, kasus positif covid-19 di Amerika Serikat sudah mulai melandai dan menimbulkan optimisme baru dari pelaku pasar.

"Kemudian juga berkaitan dengan penanganan covid-19. Kalau sejauh ini kasus covid-19 di AS yang mulai melandai itu juga katalis positif tambahan bagi market, sehingga para pelaku pasar semakin optimis untuk masuk ke pasar modal," jelas Nafan.

Kemudian, kinerja positif IHSG juga menyusul apresiasi yang dilakukan para pelaku pasar terkait tren kenaikan harga komoditas. Hal ini juga semakin menambah optimisme dari para pelaku pasar modal terkait dengan pemulihan ekonomi global.

"Pelaku pasar juga harus mengapresiasi atas kinerja tren dari harga komoditas sehingga dengan adanya tren kenaikan harga komoditas yang semakin positif ini merupakan sinyal kuat bahwasanya recovery ekonomi global pada tahun ini akan tercipta," jelas Nafan.

Ditambah, adanya program vaksinasi massal yang dilakukan oleh negara-negara di dunia. Pelaksanaan ini menumbuhkan optimisme lain karena stok berbagai vaksin juga sudah tersedia.

"Seiring dengan adanya pelaksanaan vaksinasi massal secara global. Karena ketersediaan vaksin sudah cukup memadai jadi automatisasi hal itu memberikan optimisme semakin kuat untuk pelaku pasar semakin berani investasi di aset berisiko termasuk pasar modal," jelasnya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement