Sebut Paling Banyak Minta Bendungan, Jokowi: Kunci Kemakmuran NTT Adalah Air

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 17:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 320 2367036 sebut-paling-banyak-minta-bendungan-jokowi-kunci-kemakmuran-ntt-adalah-air-GYOoVVnlZH.png Jokowi (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah tidak bisa menghitung berapa kali dirinya menginjakan kaki di tanah Nusa Tenggara Timur (NTT). Jokowi mengaku setiap datang ke NTT selalu dimintai bendungan atau waduk.

“Setiap saya datang ke NTT awal-awal selalu yang diminta adalah bendungan, yang diminta adalah waduk. Dan permintaan itu adalah betul. Jangan minta yang lain-lain karena kunci kemakmuran di NTT ini adalah air,” katanya dalam konferensi persnya, Selasa (23/2/2021).

Jokowi mengatakan bahwa jika ada air semua bisa ditanam. Dimana hasil dari penanaman tersebut bisa digunakan untuk sektor peternakan juga.

“Tadi pagi Pak Gubernur menyampaikan bahwa di Kabupaten Sumba Tengah dulunya banyak ekspor sapi dari sana. Ekspor sapi ke Hong Kong. Kok berhenti? Karena memang kebutuhan airnya kurang,” ungkapnya.

Baca Juga: Resmikan Bendungan Napun Gete, Jokowi Yakin NTT Akan Lebih Makmur

Sampai saat ini di NTT ada pembangunan tujuh bendungan. Dimana tiga diantaranya sudah selesai yakni Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang , Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu dan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka.

Meski sudah begitu banyak bendungan yang dibangun, Jokowi mengaku masih diminta agar dibangun dua bendungan lagi

“Alhamdulillah Ini patut kita syukuri. Tinggal empat dalam proses. Tapi tadi pagi gubernur menyampaikan kepada saya minta tambah dua lagi. Padahal provinsi yang lain paling banyak dua atau satu,” ungkapnya.

Jokowi menyebut semua pembangunan yang berupa air memang paling diminati di Provinsi NTT. Mulai dari Bendungan, embung hingga sumur bor. Namun begitu Jokowi menilai permintaan ini sangatlah tepat.

“Tadi pagi juga di Kabupaten Sumba Tengah, Pak Gub minta bendungan. Saya cek lagi ke Bupati masih ada yang diminta, juga sama, ‘Pak waduk atau bendungan’. Sama ternyata. Apakah tidak mau embung? Embung juga mau,” katanya.

“Semuanya yang berupa air mau. Dan itu betul. Apakah sumur bor? Juga mau.Tambahan sudah, pak kalau embung sekian, sumur bor sekian, bendungan dua. Ini permintaan yang bener. Permintaan yang betul. Jangan minta yang lain-lain. Itu betul. Ini benar,” lanjutnya.

Dia yakin jika bendungan yang dibangun selesai dan produktivitas terus digenjot akan membuat NTT terbebas dari kategori provinsi yang kurang.

“Saya yakin tidak lama lagi NTT akan makmur. Dan tidak menjadi provinsi yang kategorinya kalau di negara kita masih pada kondisi yang kurang. Kita lihat nanti kalau bendungannya sudah selesai,” ujarnya.

Menurutnya di area dekat bendungan perlu dibangun lumbung-lumbung pangan. Dia meminta agar di Bendungan Rotiklot di Kabupaten Belu dan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka untuk memperkuat sektor pangan NTT.

“Inilah masa depan yang kita inginkan. Yang minus menjadi semuanya surplus. Karena tadi misalnya di Sumba Tengah baru setahun baru panen satu kali. Dengan air tadi saya minta kepada Menteri pertanian panen dua kali, plus jagung sekali. Artinya tiga kali. Ini lompatan produktivitas yang akan saya ikuti,” paparnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini