Mengenal Metode Waterproofing agar Rumah Tak Bocor

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Jum'at 26 Februari 2021 05:51 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 25 470 2367964 mengenal-metode-waterproofing-agar-rumah-tak-bocor-o7z6hM9Ajj.jpg Tips Antisipasi Rumah Bocor saat Musim Hujan. (Foto: Okezone.com/Rumahku)

JAKARTA – Cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sangat deras perlu disikapi oleh para pemilik rumah. Permasalahan utama yang kerap kali timbul adalah kebocoran rumah.

Kebocoran yang terjadi di rumah biasanya berasal dari dinding, atap, dan dak. Oleh sebab itu, dibutuhkan lapisan antibocor yang kedap air, elastis, kuat melekat, tahan cuaca, mudah diaplikasikan dan aman.

Salah satu teknik mengatasi antibocor adalah dengan menggunakan teknik waterproofing. Waterproofing adalah bahan pelindung kedap air yang berfungsi untuk mencegah air merembes masuk ke dalam, misalnya pada dinding luar dan atap.

Baca Juga: 4 Dekorasi Rumah Nyaman Selama Musim Hujan

Namun, di sisi lain waterproofing bisa digunakan untuk mencegah air agar tidak merembes ke luar, misal kolam ikan, kamar mandi, atau bak mandi.

Dikutip dari buku Buku Pintar Mengatasi Kebocoran and Rembes oleh Johnwei Muljono, Jakarta, Jumat (26/2/2021), pada waterproofing, terdapat dua cara pengaplikasinya. Dua cara tersebut dilakukan untuk bagian luar rumah/eksternal dan bagian dalam/internal.

1. Waterproofing Eksternal

Waterproofing eksternal adalah pelindung antibocor yang berfungsi untuk melindungi struktur dari luar dan biasanya tidak tersembunyi, seperti dinding luar, atap/genting, karpusan, dan dak beton yang tidak untuk area beraktivitas.

Baca Juga: 5 Kesalahan saat Renovasi Rumah, Salah Satunya Lupa Anggaran

Biasanya waterproofing ini berbentuk cairan seperti cat (satu komponen) yang akan sangat mudah dan praktis diaplikasikan. Karateristiknya elastik, berdaya rekat tinggi, tahan panas dan hujan, serta ramah lingkungan. Untuk warna, Anda dapat memilih abu-abu dan putih.

Pengaplikasian waterproofing eksternal mencakup area-area sebagai berikut:

a. atap/genting

b. Karpusan

c. Dak beton yang tidak untuk foot-traffic

d. Dinding luar bangunan

2. Waterproofing internal

Waterproofing internal adalah pelindung antibocor yang berfungsi untuk melindungi struktur dari dalam dan biasanya tersembunyi, seperti kamar mandi, kolam ikan, kolam renang, bak air dari beton, dan dak beton yang dipakai untuk area jemuran atau kegiatan lain.

Saat yang tepat untuk mengaplikasikan waterproofing jenis internal adalah sebelum Anda melakukan perlindungan dengan plesteran/acian dan sebelum pemasangan keramik.

Pelindung ini terdiri dari dua komponen, yaitu bubuk-yang biasanya berwarna abu-abu-dan polimer cairan berwarna putih susu. Kedua komponen ini dicampur dan diaduk hingga rata dan berbentuk seperti cairan yang agak mengental sebelum diaplikasikan.

Waktu pengaplikasiannya harus diperhatikan karena dalam dua jam campuran bubuk/cairan dalam bentuk cairan yang agak mengental tersebut akan mengeras.

Waterproofing internal akan sangat efektif dan kuat untuk struktur yang berbasis semen karena didalamnya juga terkandung unsur semen. Jadi, kedua elemen, yaitu waterproofing internal dan beton, akan menjadi satu senyawa sehingga dapat menutup pori- pori pada beton dengan sempurna.

Selain itu, polimer dalam cairan yang agak mengental tersebut akan berfungsi mengikat lapisan perlindungan supaya kuat dan tahan lama serta memberikan elastisitas yang diperlukan dalam struktur pelindung antibocor.

Setelah pengaplikasian waterproofing internal, lapisan harus dilindungi, baik dengan plesteran, acian, maupun keramik. Adapun waterproofing internal yang akan dikupas secara spesifik di dalam buku ini antara lain yang akan diaplikasikan pada:

a. Dak beton-yang dipakai untuk area jemuran ataupun kegiatan lain(foot-traffic)

b. Bak air dari beton

c. Kamar mandi

d. Kolam renang

e. Kolam ikan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini