Menteri Keuangan G20 Sepakat Pertahankan Stimulus Ekonomi

Sabtu 27 Februari 2021 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 27 320 2369310 menteri-keuangan-g20-sepakat-pertahankan-stimulus-ekonomi-mPRvVnHNoa.jpg G20 Sepakat Pertahankan Stimulus untuk Bantu Ekonomi di Tengah Pandemi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Para pemimpin keuangan dunia sepakat mempertahankan kebijakan ekspansif guna membantu ekonomi bertahan dari dampak Covid-19 dan berkomitmen melakukan pendekatan yang lebih multilateral terhadap krisis ganda virus corona dan ekonomi.

Kepresidenan Italia atas kelompok G20 dari ekonomi teratas dunia mengatakan pertemuan para kepala keuangan telah berjanji untuk bekerja lebih erat buat mempercepat pemulihan yang masih rapuh dan tidak merata.

“Kami sepakat bahwa penarikan dukungan fiskal dan moneter yang terlalu dini harus dihindari,” kata Menteri Keuangan Italia Daniele Franco,setelah pertemuan videolink yang diadakan oleh para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20, dikutip dari Antara, Sabtu (27/2/2021).

Baca Juga: Pangeran Arab: Krisis Covid-19 Sadarkan Pentingnya Kemanusian

Amerika Serikat menyiapkan USD1,9 triliun dalam stimulus fiskal dan Uni Eropa telah mengumpulkan lebih dari USD3,0 triliun euro (USD3,63 triliun ) untuk menjaga ekonominya melewati sejumlah penguncian.

Namun terlepas dari jumlahnya yang besar, masalah dengan peluncuran vaksin secara global dan munculnya varian virus corona baru membuat jalur pemulihan di masa depan tetap tidak pasti.

"G20 berkomitmen untuk meningkatkan koordinasi internasional guna mengatasi tantangan global saat ini dengan mengadopsi pendekatan multilateral yang lebih kuat dan berfokus pada serangkaian prioritas inti," kata Kepresidenan Italia dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Indonesia Tuan Rumah KTT G20 2022

Pertemuan tersebut adalah yang pertama sejak Presiden AS Joe Biden yang berjanji untuk membangun kembali kerja sama AS dalam badan-badan internasional dan kemajuan signifikan tampaknya telah dibuat dalam masalah pelik perpajakan perusahaan multinasional, terutama raksasa web seperti Google, Amazon dan Facebook.

Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan kepada G20 bahwa Washington telah membatalkan proposal pemerintah Trump untuk membiarkan beberapa perusahaan memilih keluar dari aturan pajak digital global baru, meningkatkan harapan untuk kesepakatan pada musim panas.

Langkah tersebut dipuji sebagai terobosan besar oleh Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz dan mitranya dari Prancis, Bruno Le Maire.

Scholz mengatakan Yellen mengatakan kepada para pejabat G20 bahwa Washington juga berencana untuk mereformasi peraturan pajak minimum AS sejalan dengan proposal OECD untuk pajak minimum global yang efektif.

"Ini adalah langkah maju yang besar," kata Scholz.

Franco dari Italia mengatakan sikap baru AS harus membuka jalan bagi kesepakatan menyeluruh tentang perpajakan perusahaan multinasional pada pertemuan kepala keuangan G20 di Venesia pada Juli.

G20 juga membahas cara membantu negara-negara termiskin di dunia, yang ekonominya dilanda krisis secara tidak proporsional.

Dalam hal tersebut ada dukungan luas untuk meningkatkan modal Dana Moneter Internasional (IMF) guna membantunya memberikan lebih banyak pinjaman, tetapi tidak ada jumlah konkret yang diusulkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini