Aksi ekspor tersebut juga sejalan dengan visi SIG menjadi Perusahaan Penyedia Solusi Bahan Bangunan Terbesar di Regional. Menurut ida, SIG terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material. Pada 2020, SIG telah meluncurkan berbagai solusi baru, baik produk baru seperti Masonry Cement, maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk-produk SIG.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Mimi Halimin pernah bilang, volume penjualan semen nasional diprediksi pulih pada 2021 setelah melemah sepanjang 2020. Tahun 2021, kami memperkirakan permintaan semen di pasar domestik tumbuh 4%, yang didukung oleh kenaikan anggaran infrastruktur dan pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.
Melihat potensi tersebut, dirinya memproyeksikan pendapatan Semen Indonesia pada 2021 naik menjadi Rp 38,49 triliun dibandingkan ekspektasi tahun 2020 yang senilai Rp 35,17 triliun. Di lain pihak, analis BRI Danareksa Sekuritas, Maria Renata juga mengungkapkan bahwa tingkat keuntungan Semen Indonesia bakal lebih baik dari estimasi semula. Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target kinerja keuangan Semen Indonesia pada 2021-2022. Berdasarkan data, setiap penurunan bunga 25 basis poin, laba bersih perseroan bisa naik hingga 2%.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.