Wapres Sayangkan RI Masih Jadi Konsumen Produk Halal Terbesar Dunia

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 04 Maret 2021 14:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 04 320 2372236 wapres-sayangkan-ri-masih-jadi-konsumen-produk-halal-terbesar-dunia-f3mxbB9MNB.jpg Halal (Foto: Antara)

JAKARTA - Pemerintah terus mendorong industri halal dalam negeri agar bisa bersaing di kancah internasional. Apalagi, pemerintah juga sudah membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 28 tahun 2020.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, ada beberapa alasan mengapa industri halal perlu untuk terus didorong. Salah satunya adalah karena Indonesia merupakan pasar yang cukup besar.

Baca Juga: Ma'ruf Amin: Penuhi Kebutuhan Makanan Halal Saja Indonesia Masih Impor

Apalagi jumlah penduduk Indonesia juga merupakan salah satu yang terbesar di dunia. Ditambah, jumlah penduduk Indonesia yang besar ini juga mayoritas beragama muslim.

“Kenapa industri halal harus didorong, karena potensi kita besar sebagai umat dengan bangsa yang mayoritas muslim 78%,” ujarnya dalam acara Potensi Wakaf Besar, Tapi Literasinya Rendah secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Baca Juga: Surveyor Indonesia Jadi Lembaga Pemeriksa Halal BUMN

Dengan potensi yang begitu besar, Ma’ruf Amin sangat menyayangkan jika Indonesia masih sebatas menjadi konsumen terbesar di dunia. Sementara untuk produsen terbesar justru datang dari negara non muslim seperti Brasil hingga Australia.

“Dengan potensi ekonomi yang besar ini kita baru jadi konsumen halal terbesar di dunia belum menjadi produsen. Produsennya justru negara non muslim seperti Brasil nomor 1, nomor 2-nya Australia dan lain-lain,” ucapnya.

Oleh karena itu, Ma’ruf Amin meminta agar potensi produk halal harus bisa dikembangkan. Sehingga potensi pasar yang dimiliki oleh Indonesia bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

“Karena itu potensi produk halal ini harus kita kembangkan. Pasarnya juga besar baik nasional maupun global karena itu ini salah satu komitmen pemerintah untuk didorong potensi,” kata Ma’ruf.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini