Lunasi Utang, Pengelola Omni Hospital Rights Issue Bidik Rp1,19 Triliun

Jum'at 05 Maret 2021 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 05 278 2372838 lunasi-utang-pengelola-omni-hospital-rights-issue-bidik-rp1-19-triliun-x01qKLHbme.jpg Sarana Mediatama Lakukan Penawaran Umum Terbatas. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menggelar penawaran umum terbatas (PUT) I atau rights issue untuk mendanai pelunasan utang ke BNI. Emiten pengelola rumah sakit Omni Hospital membidik dana senilai Rp1,19 triliun.

Raihan tersebut didasarkan jumlah saham baru yang bakal diterbitkan mencapai 5,99 miliar unit atau setara dengan 50,42% dari modal ditempatkan dan disetor penuh pada harga Rp 200 per saham.

Baca Juga: Perusahaan Singapura Beli 38,3% Saham Centratama Telekomunikasi

Perseroan telah menetapkan harga rights issue Rp 200 per saham dan dana yang bakal dihimpun sebesar Rp 1,19 triliun. Kemudian setiap pemegang 10.000 saham berhak atas 10.169 HMETD dengan setiap satu HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru.

Jika saham baru yang ditawarkan dalam rights issue ini tidak seluruhnya diambil atau dilaksanakan oleh pemegang HMETD, sisanya akan dialokasikan kepada pemegang HMETD lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya.

Baca Juga: Diakuisisi Michelin, Multistrada Ajukan Penghapusan Saham di BEI

Apabila pemesanan tambahan dari para pemegang HMETD masih terdapat sisa saham baru, seluruh sisa saham baru wajib dibeli oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) selaku pembeli siaga. Elang Mahkota Teknologi selaku pemegang saham utama akan melaksanakan HMETD yang dimilikinya sebanyak 4,31 miliar saham.

Bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam rights issue akan mengalami penurunan persentase kepemilikan saham (dilusi) 50,42%. Demikian dikutip dari Harian Neraca, Jumat (5/3/2021).

Asal tahu saja, Sarana Meditama akan memakai dana hasil rights issue antara lain sekitar 68% atau sebesar Rp 816,87 miliar untuk melunasi seluruh pokok dan bunga serta biaya pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), sekitar 23% atau Rp 271,76 miliar untuk penyertaan modal ke KSU selaku entitas anak perseroan dalam pelunasan pinjaman dari Bank BNI.

Sisanya akan digunakan untuk modal kerja, tetapi tidak terbatas untuk pembayaran utang usaha, pembiayaan kegiatan operasional rumah sakit dan lain-lain.

Kemudian penggunaan modal kerja entitas anak akan diberikan oleh perseroan melalui pinjaman pemegang saham sementara yang dapat dilunasi sewaktu-waktu sebelum jatuh tempo atau penyertaan modal ke entitas anak.

Sebelumnya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk menyampaikan rencana mengakuisisi rumah sakit milik PT Elang Medika Corpora sebanyak 99,99% saham yang diimiliki PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) senilai Rp1,254 triliun. Perseroan menyebutkan, aksi korporasi itu tertuang dalam perjanjian perseroan dan EMTK pada tanggal 15 Oktober 2020.

Dalam rencana pengambilalihan tersebut,perseroan akan melakukan pembayaran dengan menggunakan uang tunai. Di kuartal tiga 2020, EMTK berhasil mencetak laba bersih dibandingkan priode yang sama tahun lalu mencatatkan rugi.

Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk pada kuartal III-2020 sebesar Rp 476,58 miliar. Sementara itu, pendapatan bersih perseroan juga naik menjadi Rp 8,52 triliun di kuartal ketiga tahun 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini