Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menambahkan, untuk menghadapi era itu, peran BPPT sangat dibutuhkan. BPPT juga harus bisa memproduksi teknologinya sendiri.
"Dengan segala potensinya, BPPT mampu bersaing. BPPT juga bisa bersinergi dengan talenta-talenta diaspora, peneliti-peneliti di universitas, startup teknologi, anak-anak muda yang sangat militan," katanya.
Untuk itu, LaNyalla berharap BPPT membangun mesin AI Indonesia yang bisa memfasilitasi gotong royong antar inovator dan peneliti.
Ditambahkannya, dengan menggunakan teknologi setiap gerak lebih efektif, efisien, mudah dan cepat.
"Kita memang sudah harus akrab dengan penggunaan teknologi, Oleh sebab itu, BPPT dituntut untuk dapat mengembangkan dan menemukan teknologi baru yang berguna untuk mempercepat pemulihan ekonomi," ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)