Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Layanan Bank di ASEAN Gunakan AI, Proses Lebih Cepat dan Efisien

Feby Novalius , Jurnalis-Rabu, 25 Februari 2026 |14:03 WIB
Layanan Bank di ASEAN Gunakan AI, Proses Lebih Cepat dan Efisien
Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) kian diperluas di sektor perbankan dan jasa keuangan Asia Tenggara. (Foto: Okezone.com/Freepik)
A
A
A

JAKARTA – Pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) kian diperluas di sektor perbankan dan jasa keuangan Asia Tenggara untuk meningkatkan kualitas layanan nasabah dan efisiensi operasional digital.

Kolaborasi antara penyedia teknologi AI dan integrasi sistem memungkinkan institusi keuangan menghadirkan interaksi nasabah secara real-time melalui kanal suara, chat, dan video. Solusi ini menggabungkan kemampuan percakapan berbasis AI dengan infrastruktur komunikasi berlatensi rendah, sehingga dapat mendukung interaksi aman dan multibahasa pada aplikasi mobile, platform web, hingga contact center.

Indonesia menjadi salah satu pasar perbankan digital paling dinamis di kawasan. Data Bank Indonesia mencatat transaksi perbankan digital tumbuh 54,89% secara tahunan hingga September 2024, didorong oleh aktivitas transfer, pembayaran QRIS, dan penggunaan kanal mobile. Selain itu, sebanyak 56,3 juta pengguna tercatat bertransaksi melalui QRIS pada awal 2025, menegaskan skala interaksi keuangan berbasis digital.

Dalam konteks ini, conversational AI berperan untuk memperluas kapasitas layanan pelanggan, mengotomasi kebutuhan rutin, mendukung proses digital onboarding, dan memberikan bantuan langsung melalui berbagai kanal tanpa mengurangi aspek keamanan dan tata kelola.

“Dengan menggabungkan kemampuan AI enterprise FPT dan infrastruktur conversational real-time milik Agora, kami memungkinkan bank dan institusi keuangan di Asia Tenggara menghadirkan pengalaman digital yang lebih efisien, responsif, dan tepercaya dalam skala besar,” ujar Chief Revenue Officer, FPT Smart Cloud, FPT Corporation, Mark Hall Andrew, Rabu (25/2/2026).

Solusi yang diterapkan memungkinkan institusi keuangan menghadirkan asisten virtual berbasis AI sekaligus pengalaman konsultasi dengan dukungan manusia (human-in-the-loop), sehingga nasabah dapat berinteraksi secara natural dan efisien. Sistem ini juga mendukung pengelolaan volume interaksi tinggi sambil menjaga konsistensi layanan, stabilitas operasional, serta kepatuhan terhadap regulasi.

Beberapa implementasi AI di sektor perbankan dan layanan keuangan menunjukkan peningkatan kapasitas layanan dan otomasi operasional. Misalnya, agen AI pada call center mampu menangani puluhan ribu panggilan per hari, menjawab pertanyaan umum nasabah, dan membebaskan tim manusia untuk menangani kasus kompleks. Dampaknya, layanan nasabah menjadi lebih cepat, efisien, dan konsisten.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement