JPFA Terbitkan Global Bond, Emiten Pakan Ternak Ini Oversubcribed 3 Kali

Kamis 18 Maret 2021 12:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 278 2379826 jpfa-terbitkan-global-bond-emiten-pakan-ternak-ini-oversubcribed-3-kali-ykCJkIUXJZ.jpg Saham (Shutterstock)

JAKARTA – Penerbitan surat utang global atau global bond oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) senilai USD350 juta dengan tingkat kupon 5,375% mendapatkan respons positif dari pasar. Dimana obligasi perseroan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribed sebanyak tiga kali.

Driektur Japfa Comfeed Indonesia, Tan Yong Nang mengatakan, SLB ini merupakan penerbitan obligasi ketiga perseroan. Respon positif yang perseroan terima dari pasar merupakan cerminan dari pendekatan keuangan perseroan yang berhati-hati, dengan profil hutang yang seimbang dan pengelolaan belanja modal yang efisien.

 Baca juga: Laba Japfa Comfeed Anjlok 48,06% Imbas Penjualan Pakan Ternak Lesu

“Perseroan juga terus memberikan hasil yang solid bahkan di tengah kondisi yang menantang akibat Covid-19. SLB adalah katalis tambahan untuk mencapai target keberlanjutan kami dan kesempatan bagi investor dan pemangku kepentingan kami untuk bermitra dengan kami untuk mendorong perubahan menuju masa depan yang berkelanjutan,” ujarnya mengutip Neraca.

Asal tahu saja, obligasi yang jatuh tempo pada 2026 dan dicatatkan di Bursa Efek Singapura (SGX) telah meraih peringkat sementara BB- oleh Standard & Poor's dan BB- oleh Fitch. Sedangkan Credit Suisse dan DBS Bank Ltd bertindak sebagai pihak yang menangani penerbitan surat utang ini.

 Baca juga: Japfa Tebar Dividen Rp585,9 Miliar

Selain itu, surat utang ini masuk dalam format Sustainability-Linked Bond (SLB) dan yang pertama pada industri agribisnis makanan dan penerbitan SLB dalam denominasi dolar Amerika Serikat (AS) pertama dari Asia Tenggara. Hal ini memperkuat komitmen Japfa terhadap keberlanjutan dan penyelarasan strategi keberlanjutannya sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya SDG 2.

Tujuan tersebut antara lain mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi, serta mempromosikan pertanian berkelanjutan.

Sesuai rencana, hasil bersih dari penerbitan ini akan digunakan untuk membayar kembali surat utang senilai USD250 juta yang jatuh tempo 2022 dan untuk keperluan umum perusahaan, termasuk namun tidak terbatas pada belanja modal, modal kerja dan pembiayaan kembali utang. Penerbitan SLB memprioritaskan standar lingkungan yang terkait dengan pencapaian Target Kinerja Keberlanjutan (Sustainability Performance Target/SPT).

Kebijakan ini memininalisir dampak terkait pencemaran air dari air limbah yang tidak diolah dengan mengurangi potensi eutrofikasi melalui pengelolaan, pengolahan, daur ulang dan pemanfaatan air limbah. Pada akhirnya, kebijakan ramah lingkungan jni meningkatkan sirkulasi air dan mengurangi pengeluaran air.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini