Aqil tidak menyebutkan secara pasti apa saja faktor yang menyebabkan IHSG masih akan terkoreksi. Namun jika melihat pada kasus kejadian hari ini, IHSG terkoreksi akibat beberapa sentimen negatif, salah satunya adalah karena memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat, Uni Eropa dan China.
“Kami melihat pergerakan IHSG hari ini didorong oleh beberapa sentimen salah satunya adalah kalau sentimen dari bursa mengalami koreksinya disebabkan tensi geopolotik antara AS, Uni Eropa dan kepada China,” ujarnya.
Selain tensi geopolitik, para investor juga masih menantik keputusan dari Bank Sentral Amerika Serikat The Fed terkait suku bunga acuan. Jika nantinya The Fed memutuskan untuk menaikan suku bunga, maka akan berdampak negatif bagi pasar keuangan di Indonesia.
“Kedua sentimen dari The Fed masih menanti apakah suku bunga akan dinaikan atau tidak. Kalau terdapat sinyal untuk menaikan suku bunga dari The Fed sendiri itu memang meberikan sentimen negatif untuk pasar keuangan di Indonesia sendiri,” jelas Aqil.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.